Ini Penjelasan Lengkap Menteri BKS Soal Larangan Mudik

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
08 April 2021 09:55
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam peresmian Bandar Udara Toraja dan Bandar Udara Pantar, Kab. Tana Toraja (18/3/2021). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden) Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam peresmian Bandar Udara Toraja dan Bandar Udara Pantar, Kab. Tana Toraja (18/3/2021). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah resmi melakukan pelarangan mudik 6-17 Mei 2021, masyarakat diminta tidak bepergian sebelum dan sesudahnya. Nantinya otoritas juga dipastikan melakukan penyekatan daerah di 300 lokasi.

"Darat kami berkoordinasi dengan polisi secara tegas melarang mudik dan ada penyekatan di lebih dari 300 lokasi sehingga kami menyarankan rencana mudik tidak dilanjutkan dan tinggal di rumah saja," kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam konpers di Jakarta, Rabu (7/4).

Semua pelanggaran mudik akan ditindak secara tegas baik untuk mobil pribadi maupun angkutan umum ilegal plat hitam. Budi mengatakan sesuai arahan presiden menyarankan untuk rencana mudik tidak dilanjutkan dan tinggal dirumah saja.


Budi menjelaskan ada pengecualian yang boleh melakukan mudik, tapi belum mau diperinci olehnya.

"Suatu pergerakan hanya memberikan fasilitas bagi mereka yang dikecualikan (Peraturan Menteri) Menteri PMK karenanya kita beri layanan secara terbatas," kata Budi

Tidak hanya itu, untuk moda transportasi laut dan kereta api akan dilakukan pengurangan fasilitas yang beroperasi. Untuk kereta api akan dilakukan pengurangan suplai dengan hanya mengoperasikan kereta luar biasa untuk antar kota. Wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek akan diturunkan juga suplai kereta yang beroperasi.

Berikut Penjelasan Lengkap Menhub
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading