Setop Deal Triliunan dengan Aramco, Dirut Pertamina: Bahaya!

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
29 June 2020 13:37
Kilang Cilacap merupakan salah satu kilang minyak terbesar di Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana kerja sama PT Pertamina (Persero) dengan perusahaan minyak asal Arab Saudi,  Saudi Aramco terhenti untuk pembangunan proyek peningkatan kapasitas kilang Cilacap.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengungkapkan bahaya bila kerja sama ini dilanjutkan. Ini karena ada perbedaan valuasi nilai proyek antara Pertamina dengan Saudi Aramco.

"Jadi permasalahannya dari perbedaan valuasi. Bagaimana valuasi menilai dari eksisting kilang Cilacap ini ada perbedaan harga US$ 1,1 miliar. Itu kalau dibandingkan dengan nilai buku, itu kan aset BUMN," kata Nicke.

"Jadi itu tidak mungkin kita bisa lepas karena di bawah nilai buku yang angkanya sebesar itu tentu akan bahaya. Oleh karena itu kita sepakat untuk tidak sepakat. Jadi kita putus pisah baik-baik di akhir April," tegas Nicke di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/2020).



Rencana kerja sama Pertamina dengan Aramco dilakukan sejak 2014. Proyek ini ditujukan untuk peningkatan kapasitas Kilang Cilacap dari 348 ribu barel ke 400 ribu barel per hari. Nilai proyek ini mencapai miliar dolar AS atau triliunan rupiah.

Saat ini, ujar Nicke, Pertamina sedang menjajaki dua investor yang serius bekerjasama menggarap proyek kilang Cilacap.

"Ada beberapa lagi yang sedang approach, ya kita akan lakukan proses pemilihan lagi. Tapi kemudian tetap kita lakukan juga untuk early work. Karena yang wajib atau mandatory kita lakukan adalah meningkatkan dari (kualitas BBM) dari euro 2 ke euro minimum euro 4 lah. Itu yang bisa diterima dari lingkungan," papar Nicke.



[Gambas:Video CNBC]

(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading