Kenapa New Normal Begitu Penting?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
03 June 2020 12:57
Jelang New Normal kondisi di Stasiun Manggarai Jakarta Selatan pada Kamis (28/5/2020) di jaga oleh aparat TNI. Banyak warga yang berlalu lalang meski masih memasuki pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB dan akan berakhir 4 Juni 2020 di DKI Jakarta.

Anggota TNI silih berganti memasuki gerbong kereta KRL untuk tidak berkerumun dan menjaga jarak satu dengan yang lainnya.
 
Di stasiun, para pengguna KRL khususnya dari sejumlah daerah penyangga Jakarta masih banyak berdatangan ke Ibu Kota saat jam kerja.
 
Dari pantauan CNBC Indonesia dilapangan, Kamis (28/5/2020), penumpang di Stasiun Manggarai terdiri dari berbagai macam kalangan. Mulai dari orang dewasa hingga anak-anak masih terlihat bepergian menggunakan KRL.
 
Sementara itu, tampak petugas keamanan stasiun akan menegur penumpang jika tak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing atau menjaga jarak.
 
Kendati begitu, situasi di Stasiun Manggarai tidak sepadat di saat-saat jam kerja. Penumpang di dalam kereta pun terlihat relatif sepi.
 
Untuk diketahui sebelumnya, PSBB untuk memutus penyebaran virus Corona atau Covid-19 belum dapat diterapkan 100%.
 

Begitu juga dengan tulisan larangan duduk atau saling menjaga jarak saat berada di dalam gerbong. Sesuai aturan moda transportasi saat masa PSBB, KRL harus membatasi jadwal kereta begitu juga kapasitas penumpangnya, yakni maksimal 50% dari jumlah normal. (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) benar-benar luar biasa. Penularan virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini sangat cepat, sehingga memaksa pemerintah di berbagai negara menempuh kebijakan yang terbilang ekstrem.

Per 2 Juni 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien positif corona di seluruh dunia mencapai 6.194.533 orang. Bertambah 113.198 orang dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Kemarin, jumlah pasien positif corona di seluruh dunia naik 2,26% dibandingkan sehari sebelumnya. Pada 24-29 Mei, persentase kenaikan kasus corona sudah di bawah 2% per hari. Namun pada 30 Mei-2 Juni, persentasenya naik lagi di atas 2% per hari.





Oleh karena itu, pemerintah di hampir seluruh negara menerapkan kebijakan pembatasan sosial (social distancing). Demi mempersempit ruang gerak virus corona, setiap manusia harus berjarak dengan manusia lainnya. Jangan berkerumun, apalagi dalam jumlah besar di ruang tertutup.

Oleh karena itu, kantor dan sekolah diliburkan. Restoran, pusat perbelanjaan, sampai tempat wisata ditutup sementara. Orang-orang diimbau (bahkan ada yang dipaksa) untuk #dirumahaja. Bekerja, belajar, dan beribadah di rumah.

Tanpa social distancing, jumlah kasus dan korban jiwa akibat virus corona tentu akan lebih banyak dari saat ini. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa social distancing membuat roda ekonomi berjalan sangat lambat atau bahkan tidak bergerak sama sekali karena aktivitas masyarakat yang nyaris lumpuh.

Akibatnya, kontraksi (pertumbuhan negatif) ekonomi terjadi di mana-mana. Pada kuartal I-2020, ekonomi Amerika Serikat (AS) terkontraksi -4,8%, China -6,8%, dan Zona Euro -3,8%. Ekonomi Indonesia memang masih tumbuh 2,97%, tetapi itu jadi laju terlemah sejak 2001.





[Gambas:Video CNBC]



Ekonomi Kontraksi, Pengangguran Meninggi
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading