Kasus Corona di Jatim 'Terbang', karena TKI Pulang?

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
22 May 2020 06:42
Pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA dengan metode real-time RT-PCR (PCR COVID-19) yang mendeteksi 3 (tiga) target gen sekaligus yaitu Gen E, N, dan RdRP sesuai dengan protokol yang ditetapkan World Health Organization (WHO). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia - Provinsi DKI Jakarta memang masih menjadi hotspot penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) di Indonesia. Namun kini perhatian juga tertuju ke Jawa Timur karena terjadi lonjakan kasus yang signifikan.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, jumlah pasien positif corona di ibukota per 20 Mei 2020 adalah 6.236 kasus. Jakarta sendiri menyumbang lebih dari 30% kasus corona di Indonesia sehingga menjadi hotspot yang paling merah.

Meski jumlah pasien baru di Jakarta masih bertambah, tetapi persentase kenaikannya mulai melandai, setidaknya dalam empat hari terakhir. Pada 17 Mei, jumlah pasien naik 2,25% dibandingkan hari sebelumnya. Selepas itu, berturut-turut terjadi kenaikan 0,78%, 1,62%, dan 1,32%.


 


Provinsi dengan kasus corona terbanyak kedua adalah Jawa Timur. Per 20 Mei, Kementerian Kesehatan mencatat jumlah kasus di daerah pimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa tersebut adalah 2.496.

Sejak 10 Mei, persentase laju pertumbuhan kasus di Jawa Timur memang sudah di bawah 10%. Namun lajunya belum stabil, masih naik turun di kisaran 2-9%.

 


Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Mengirim TKI
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading