Usai Lebaran Penentuan Hidup dan Mati Bisnis, PHK dan Tutup!

News - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
14 May 2020 14:27
FILE PHOTO: Labourers work at a garment factory in Bac Giang province, near Hanoi October 21, 2015. REUTERS/Kham
Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia usaha kembang-kempis dalam menjalankan operasional saat ini karena dampak pandemi corona. Diperkirakan banyak usaha mulai akan gulung tikar dan PHK pada Juni atau setelah Lebaran, bahkan saat ini sudah terjadi PHK masif. Pengusaha mendesak ada relaksasi pembatasan sosial dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi usai lebaran.

"Ada yang sudah mulai bangkrut kan. Nah jadi kalau kita, harus ada yang monitor gimana kebangkrutan itu terjadi," kata Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/5).

Ia bilang demi menghindari kejadian sama terulang di banyak perusahaan lainnya, maka perlu ada transisi masa, dari kondisi berat ke masa recovery. Saat ini sedang tidak ideal karena tren positif Covid-19 kembali menanjak. Namun di sisi lain, pengusaha tidak bisa menunggu lama lagi untuk sanggup berada dalam masa bertahan.


"Harus lakukan relaksasi di tengah pandemi yang mungkin puncak-puncaknya. Itu yang disebut berdamai dengan Covid-19," katanya.

Apalagi, kalangan usaha menilai sejumlah langkah dari pemerintah yang mengucurkan stimulus triliunan rupiah tidak begitu terasa. Ia menilai di lapangan, masih terlihat ketidaksinkronan kebijakan dari atas.

"Sekarang paling penting grand strategi pemerintah untuk pindah dari survival ke recovery. Gimana policy-policy-ya? Kan waktu itu udah dianggarkan sekian triliun. Gimana implementasinya? itu yang ditunggu dunia usaha," sebut Bob.



Kejelasan implementasi di lapangan memang ditunggu oleh dunia usaha. Karena jika kaku, maka akan berdampak besar.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Suryopratomo mengingatkan kembali dampak yang bakal timbul.

"Ada dua skenario yang sudah dilaporkan oleh Ibu Menteri Keuangan. Satu berat dan sangat berat, berat itu sekitar 2,9 juta pengangguran, kalau sangat berat bisa 5,2 juta," sebutnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (14/5).

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading