Nasib Pekerja Pabrik Tekstil, THR Dicicil Sampai Akhir 2020

News - Hidayat Arif Subakti, CNBC Indonesia
08 May 2020 17:34
Industri Tekstil (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mengatakan, meski di tengah hantaman Covid-19, industri tekstil di Indonesia akan tetap memenuhi kewajibannya untuk membayarkan hak para pekerja.

Sekretaris Jendral API Rizal Tansil mengatakan sampai saat ini para pemilik perusahaan bersama serikat pekerja tengah berdiskusi mengenai solusi terbaik untuk membayarkan hak para pekerja khususnya terkait Tunjangan Hari Raya (THR).

"Itu kewajiban, jadi kami para anggota asosiasi berusaha semaksimal mungkin memenuhi kewajiban tersebut, skema pembayaran itulah yang sedang kita minta dialog dengan perusahaan dengan serikat pekerja apakah dicicil atau seperti apa sehingga cashflow tidak terlalu berat dan hak pekerja bisa tetap terpenuhi," ujar Rizal Tansil dalam dialog via Zoom bersama Closing Bell, CNBC Indonesia, Jumat (08/05/2020).




Menurut Rizal Tansil, keadaan industri tekstil memang sudah cukup berat sejak pertengahan tahun 2019 dimana ancaman impor telah membanjiri industri dalam negeri dan industri semakin tertekan karena adanya Covid-19.

Namun, pihak asosiasi telah sepakat untuk membayarkan hak para pekerja seperti THR, apalagi setelah pemerintah memperbolehkan para pemilik perusahaan membayarkan THR secara bertahap atau nyicil. Lalu seperti apakah pembayaran yang akan diberikan perusahaan tekstil kepada para pekerja?

"Bernegosiasi dengan teman-teman pekerja untuk bisa melakukan skema pembayaran THR untuk bisa disepakati, masing-masing perusahaan beda-beda, ada yang dicicil sampai Desember ada yang 50 persen ada yang 25 persen tergantung dari serikat pekerja dan pemilik perusahaan," ungkap Rizal.

Hantaman pandemi Covid-19 telah memberikan tekanan yang cukup berat khususnya bagi cashflow perusahaan.

"Cashflow kita terus berjalan tapi income kita tidak ada, kewajiban kita di industri seperti rekening listrik, pembayaran BPJS Ketenagakerjaan, kemudian bunga bank terus berjalan, sehingga ini menekan cashflow industri, kewajiban terus dilakukan sedangkan pemasukan tidak ada karena sepinya pasar," jelas Rizal.


[Gambas:Video CNBC]





(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading