Order Sepatu Adidas, Nike Cs ke RI Bakal Setop, Kok Bisa?

News - Hidayat Arif Subakti, CNBC Indonesia
04 May 2020 14:16
Women work on the production line at Complete Honour Footwear Industrial, a footwear factory owned by a Taiwan company, in Kampong Speu, Cambodia, July 4, 2018. REUTERS/Ann Wang    SEARCH
Jakarta, CNBC Indonesia - Dampak Pandemi Covid-19 akan berpengaruh pada permintaan ekspor sepatu bermerek ke Indonesia. Ini karena pasar yang lesu di seluruh dunia.

Direktur Asosiasi Persepatuan Indonesia (ASPRISINDO), Firman Bakri menjelaskan sampai saat ini kondisi industri alas kaki di Indonesia memang masih mampu bertahan. Namun melihat pandemi Covid-19 yang masih terjadi di sejumlah negara dapat mempengaruhi penjualan produk di pasar luar negeri, atau permintaan dari para buyer.

Menurut Firman, permasalahan industri alas kaki sudah terjadi sejak tahun lalu dimana Covid-19 dimulai di Wuhan, China. Persoalan utama adalah bahan baku, tapi ke depan justru yang terberat adalah belum ada kepastian order baru dari para buyer seperti pemain-pemain besar macam Adidas, Nike, New Balance, dan lainnya setelah Mei 2020 terutama produsen yang berbasis ekspor.


[Gambas:Video CNBC]




"Sampai awal Februari kita mendapat masalah yang namanya ketersediaan bahan baku yang sangat terganggu karena lockdown, kondisi ini berlangsung hingga akhir Februari, kemudian ketika aktivitas ekonomi dibuka di China 17 Februari, bahan baku itu belum otomatis masuk ke pabrik, baru kemudian 2 minggu kemudian bahan baku yang diproduksi sebelum pandemi covid di China itu masuk ke pabrik tapi ada bahan baku yang belum bisa diproduksi dan delay pengirimannya hingga satu bulan," jelas Firman dalam dialog bersama Squawk Box, CNBC Indonesia, Senin (04/05/2020).

Menurut Firman, kondisi pasar domestik saat ini memang cukup memprihatinkan karena tutupnya sejumlah retail yang membuat penjualan di pasar domestik masih sangat rendah. Namun Firman menambahkan, di tengah lesunya pasar domestik saat ini sejumlah industri masih terbantu dengan kegiatan ekspor yang masih cukup tinggi.



"Yang tadi kita berproduksi untuk bulan Mei-Juni untuk persiapan lebaran, itu oleh retailer pemilik merek itu ditunda pengirimannya sampai covid-19 selesai hingga di-cancel, akibatnya industri yang orientasi lokal itu mau nggak mau mengurangi produksi sejak pertengahan Maret, nah kita masih tertolong industri alas kaki yang memiliki industri yang memiliki orientasi ekspor yang kapasitasnya besar," kata Firman.

Meskipun kegiatan ekspor yang dilakukan oleh sejumlah industri sangat membantu, namun menurut Firman keadaan ini tidak akan berlangsung lama. Ini karena setelah Lebaran belum ada kepastian apakah akan ada order dari buyer luar negeri.

"Nah setelah Mei, Juni, Juli kami tidak tahu akan ada order lagi, tapi kemungkinan kondisi dalam negeri kami akan sama dengan kondisi ekspor, karena negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan China adalah negara yang tengah mengalami pandemi covid 19," kata Firman.
Artikel Selanjutnya

Pabrik Sepatu Buyer Adidas Hengkang dari Banten, Apa Artinya?


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading