Pabrik Sepatu Buyer Adidas Hengkang dari Banten, Apa Artinya?

News - Hidayat Arif Subakti, CNBC Indonesia
04 May 2020 14:53
Women work on the production line at Complete Honour Footwear Industrial, a footwear factory owned by a Taiwan company, in Kampong Speu, Cambodia, July 5, 2018. REUTERS/Ann Wang    SEARCH
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Shyang Yao Fung, salah satu perusahaan yang memproduksi brand kenamaan yang buyernya antara lain Adidas  melakukan PHK massal kepada ribuan karyawan. Pabrik yang berlokasi di Kota Tangerang Banten memutuskan pindah pabrik ke Brebes Jawa Tengah, karena isu upah yang tinggi.

Nilai UMK di Kabupaten Brebes tahun ini berada di angka Rp 1.807.614, naik dari tahun lalu sebesar Rp 1.665.850. Angka tersebut tergolong rendah dibandingkan wilayah lainnya di Jateng yang berada di kisaran Rp 2.000.000. Bandingkan UMK di Kota Tangerang mencapai Rp 4.199.029, belum lagi UMK sektoral yang lebih tinggi lagi.

Direktur Asosiasi Persepatuan Indoenesia (ASPRISINDO), Firman Bakri menjelaskan kejadian tersebut merupakan langkah yang harus diambil oleh pihak perusahaan karena alasan bisnis. Menurut Firman, kebijakan tersebut telah disiapkan sejak 2019 lalu karena pihak PT Shyang Yao Fung ingin melakukan relokasi pabrik untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Banten juga dianggap sudah tidak kompetitif untuk industri padat karya seperti sepatu.




"Ketika kita harus bersaing secara global ternyata ketika di provinsi Banten, di Tangerang kita menjadi tidak kompetitif karena faktor labour cost yang begitu tinggi, pada akhirnya selama beberapa tahun ini terjadi relokasi, relokasi dari beberapa sentra industri yang UMKM-nya sudah sangat tinggi, kemudian ditambah beban upah minimum sektoral," kata Firman dalam dialog via Zoom bersama Squawk Box, CNBC Indonesia, Senin (04/05/2020).

Firman menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sejumlah industri di Banten memang telah banyak yang melakukan relokasi karena dianggap membuat daya saing perusahaan semakin tidak kompetitif bila dibanding dengan daerah lain. Firman bahkan menyebut bahwa undang-undang ketenagakerjaan juga menjadi salah satu alasan kenapa Banten tidak lagi kompetitif bila dibanding wilayah lain seperti Jawa Tengah.

"Kita jujur bahwa undang-undang ketenagakerjaan kita membuat kondisi di Banten tidak kompetitif, begitu juga kondisi masyarakat di sana, pada saat otonomi seperti sekarang ini juga terjadi persaingan antar daerah, ini harus menjadi catatan penting ketika perusahaan memilih melakukan relokasi ke daerah lain, kemudian menganggap daerah lain itu lebih kompetitif," kata Firman.

PT Shyang Yao Fung akan melakukan relokasi ke Brebes Jawa Tengah. Namun, ini patur disyukuri karena relokasi masih terjadi ke wilayah lain di Indonesia, bukan ke Vietnam atau Kamboja yang juga memiliki upah lebih murah dan jadi pesaing pasar ekspor sepatu.

"Kemudian pilihan rasionalnya adalah melakukan relokasi dan kita masih bersyukur relokasi masih berlangsung di Indonesia bukan mereka relokasi kemudian kabur ke Vietnam atau Kamboja yang merupakan pesaing kita," jelas Firman.

[Gambas:Video CNBC]




(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading