Pak Menteri ESDM, Benar Nih Subsidi Elpiji Melon Dicabut?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
17 January 2020 12:55
Menteri ESDM menegaskan kabar pencabutan subsidi elpiji 3 kg tak sepenuhnya benar.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif membantah Kementerian ESDM bakal mencabut subsidi LPG 3 Kg. Hal itu diutarakan Arifin saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Millennial Summit di The Tribrata, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

"Itu tidak sepenuhnya benar," ujarnya.

Menurut Arifin, rencana kebijakan pemerintah terkait subsidi LPG 3 Kg masih dalam pembicaraan dengan kementerian/lembaga terkait maupun pengusaha-pengusaha yang perlu mendapatkan sumber energi tersebut.


Ditemui usai acara tersebut, Arifin menjelaskan rencana ini lebih mendetail. Dikatakan, subsidi akan diberikan dengan sistem tertutup.

"Maksudnya subsidi tertutup itu kita identifikasi dulu, kira-kira yang memang berhak untuk menerima. Tapi kan nggak membatasi sama UKM segala macam. Yang nerima tetap nerima," katanya.

Hanya saja, dia menegaskan, para penerima subsidi LPG 3Kg ini nantinya akan terdaftar di data pemerintah. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran penyaluran subsidi.

Lantas, apakah penyaluran dilakukan melalui pemberian uang atau cash?

"Iya nanti diberikan seperti itu, seperti kompensasi uang. Kira-kira [cash], sedang dibahas," urainya.

Dengan skema tersebut, bagi para penerima subsidi, maka harga LPG 3Kg tidak akan berubah. Sedangkan bagi masyarakat yang tak menerima subsidi, tentu harus merogoh kocek lebih dalam.

"Iya dong [yang tidak menerima subsidi beli dengan harga normal], kan berarti memang mampu," urainya.

Adapun untuk mengidentifikasi orang-orang yang berhak menerima, dia akan mengandalkan data dari berbagai pihak. Karena itu, koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait tengah dilakukan secara intensif.



Pemerintah berencana tidak lagi memberikan subsidi untuk LPG 3 kilogram (kg) atau yang biasa dikenal dengan tabung melon pada semester II tahun ini.

Subsidi tidak lagi diberikan pada tabung gas, namun langsung pada masyarakat yang berhak. Dengan demikian harga tabung melon yang dijual akan disesuaikan dengan harga pasar.

Jika dihitung harga tabung LPG 12 kg mencapai Rp 139.000, maka per kilogramnya gas mencapai Rp 11.583. Dengan angka tersebut, harga tabung LPG 3 kg bisa mencapai Rp 35.000. Ini naik signifikan ketimbang harga saat ini yang berkisar Rp 18.000 sampai Rp 21.000.



[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya

Polemik Subsidi Gas Melon, Jadi Dicabut atau Dialihkan nih?


(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading