Langsung Transfer, Ini Skema Subsidi LPG yang Disiapkan ESDM

News - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
14 January 2020 16:25
ESDM berencana distribusi tertutup LPG 3 kilogram, begini skemanya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memberlakukan sistem tertutup untuk LPG 3 kilogram , yakni subsidi tidak lagi diberikan kepada komoditas namun pada orang yang berhak menerima.

Plt. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan untuk implementasinya akan dilakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait.

"Ke depan pemerintah berencana berikan subsidi tidak pada komoditas LPG 3 kg tapi lebih pada penerima yang berhak. Untuk itu tentunya dengan koordinasi Kemenko Maritim, Kemenko Perekonomian, kemudian juga Kemenko PMK sedang rumuskan bagaimana kebijakannya mekaniskme dan teknologi sehingga bisa lebih tepat saasaran," ungkapnya di Kantor Ditjen Migas, Selasa, (14/01/2020).


Djoko mengatakan kapasitas tabung LPG 3 kg yang berikan kepada masyarakat tahun 2020 sebesar 70 metrik ton per tahun. Implementasi ini ditargetkan akan rampung 6 bulan ke depan atau pada semester 2 tahun 2020. Melalui mekanisme ini jatah subsidi ini akan bisa ditekan. Djoko menerangkan, pihaknya sudah punya 3 kriteria penerima subsidi, kriteria pertama akan ada 15 juta masyarakat yang akan menerima subsidi, kriteria kedua 20 juta, dan terakhir 25 juta.

[Gambas:Video CNBC]





Namun belum bisa dipastiakan kriteria mana yang akan diambil karena masih dalam proses pembahasan siapa saja yang benar-benar berhak. Berdasarkan survei yang sudah dilakukan, rata-rata masyarakat miskin mengkonsumsi tabung LPG 3 kg sebanyak 3 tabung dalam sebulan, sehingga tabung keempat sudah tidak disubsidi.

"Apakah subsidi 3 tabung saja apa 4 tabung begitu tabung keempat sudah tidak. Kita sosiaslisai data sudah kebijakan kita belum putuskan awal tahun ini pertengahan sudah bisa kita," imbuh Djoksis.

Lebih lanjut Djoko menerangkan, LPG 3 kg nantinya akan dijual sesuai dengan harga pasar, subsidi yang berhak diterima akan ditransfer langsung kepada masyarakat yang berhak menerima. Sehingga diharapkan akan lebih tepat sasaran. "Misal dia beli tabung 10, padahal harusnya 3 tabung, kan yang 7 tabung nggak subsidi," terangnya.



Jika implementasi ini bisa diterapkan sejak Januari 2020 semestinya akan menghemat 30% subsidi, namun karena akan diterapkan pertengahan tahun subsidi yang akan dihemat diperkiran sebesar 10-15%. Djoksis kembali menekankan, kepastian dari implementasi ini akan tergantung dari mekanisme yang akan ditetapkan.

"Kita bebaskan sesuai dengan kemampuan, kita pertama punya data si A miskin tapi konsumsi sebulan 10 tabung, nah ini kita kebijakan apakah nanti kita batasi apa langsung kita informasikan bahwa dia hilang di barcode apa kita kasih langsung 3 tabung apa hilang sama sekali nah ini belum. Kita cari data dulu bener nggak dia miskin. Berapa sebulan dia beli nanti kita transfer, itu belum," ungkapnya.

Artikel Selanjutnya

Ada Rencana Cabut Subsidi LPG 3 KG, Ini Kata Luhut


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading