Neraca Dagang Memang Surplus, Tapi Jangan Senang Dulu!

News - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 November 2019 10:15
Surplus perdagangan tidak selamanya positif, ada risiko yang terkandung di dalamnya.
Risiko kedua adalah di sisi impor. Sudah 10 bulan impor terus mengalami penurunan.



Bukankah bagus kalau impor turun? Belum tentu. Sebab impor menggambarkan arah investasi ke depan.


Pada Oktober, impor bahan baku/penolong turun 18,76% YoY sementara impor barang modal turun 11,35%. Impor bahan baku dan barang modal akan berubah menjadi realisasi investasi dalam tempo beberapa bulan ke depan.

Secara bulanan (month-on-month/MoM), impor bahan baku/penolong masih naik 6,17%. Namun impor barang modal turun 5,87%. Dalam setahun terakhir, rata-rata pertumbuhan impor barang modal hanya 0,58% MoM, sementara bahan baku/penolong malah terkontraksi 0,96%.



Perkembangan impor bahan baku/penolong dan barang modal yang agak mengkhawatirkan ini membuat prospek investasi menjadi samar-samar. Apakah investasi mampu tumbuh 18,4% seperti pada kuartal III-2019?


Bersyukur karena neraca perdagangan Oktober bisa surplus memang boleh-boleh saja. Namun surplus ini jangan membuat kita terlena, karena ada risiko yang mengintai di baliknya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading