Ada Kabar Gembira untuk Neraca Perdagangan RI, Apa Itu?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
07 October 2021 09:55
FILE PHOTO: A van carrier transports a container at the container terminal

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja neraca perdagangan Indonesia diperkirakan akan kembali mencetak surplus, kendati situasi masih penuh dengan ketidakpastian.

Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Benny Soetrisno menuturkan, lonjakan kinerja perdagangan yang terjadi saat ini, berbanding lurus dengan penurunan kasus Covid-19.


"Dukungan Pemerintah terhadap Dunia usaha sudah banyak melalui program Dana Pemulihan Ekonomi Nasional PEN) termasuk terhadap UMKM," kata Benny, dalam keterangan tertulis, Kamis (7/10/2021).

Hal senada turut dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani. Menurutnya, situasi ke depan akan terus membaik.

Kementerian Perdagangan memang telah memperkirakan surplus neraca perdagangan tahun ini akan lebih tinggi dibandingkan realisasi neraca perdagangan tahun lalu.

Artinya, nilai surplus diproyeksi bakal lebih dari US$ 21,73 miliar. Proyeksi ini berasal dari realisasi surplus dagang Indonesia yang sudah mencapai US$ 19,17 miliar pada periode Januari-Agustus 2021.

"Optimis-optimis, harus bisa. Karena potensi kesempatannya ada. Jadi di Indonesia dianggap mata dunia makin baik reputasinya dari sisi delivery, harga mulai kompetitif, kualitas juga bagus," kata Hariyadi.

Menurutnya, Indonesia sejatinya juga diuntungkan dengan situasi perdagangan Amerika dan China dan negara-negara lain yang sibuk dengan urusan penanganan Covid-19.

Hanya saja, ia menyarankan pemerintah tak cepat puas. Hariyadi menegaskan penetrasi pasar ASEAN saja masih terbuka lebar untuk ditingkatkan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia Agustus 2021 tercatat mencapai US$ 4,74 miliar, tertinggi sejak Desember 2006.

Data otoritas statistik sendiri menunjukkan, surplus periode Agustus 2021 sendiri, merupakan surplus neraca perdagangan Indonesia ke 16 secara beruntun sejak Mei 2020.

Selain itu, industri manufaktur tercatat sudah membaik dengan indikator Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang mencapai 53,2 pada Maret 2021.

Anggota Komisi VI DPR Achmad Baidowi menjelaskan, apabila PMI sudah berada di atas angka 50, artinya perusahaan mulai ekspansi dengan membeli bahan baku yang lebih banyak.

"Dengan catatan, vaksinasi berjalan lancar sesuai target. Belanja pemerintah juga tetap konsisten membantu sektor usaha dan masyarakat yang rentan," katanya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

BPS: Ekspor September US$ 20,6 M, Meroket 47,64%


(cha/cha)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading