Ekspor RI Mei 2022 US$ 21,51 Miliar, Naik 27%

News - Cantika AP Noveria, CNBC Indonesia
15 June 2022 11:14
aktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok

Jakarta, CNBC Indonesia - Ekspor Indonesia tumbuh cukup tinggi pada Mei 2022. Namun melambat dibandingkan bulan sebelumnya akibat larangan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan produk turunannya selama tiga minggu.

Pada Rabu (15/6/2022), Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia bulan lalu sebesar US$ 21,51 miliar. Naik 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Meski tumbuh cukup tinggi, tetapi sejatinya ada perlambatan. Pada April 2022, ekspor mampu tumbuh 47,76% yoy.


Salah satu penyebab perlambatan pertumbuhan ekspor adalah larangan ekspor CPO dan produk-produk turunannya. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat melarang ekspor komoditas-komoditas tersebut selama tiga pekan, 28 April hingga 23 Mei 2022

"Beberapa komoditas masih mengalami peningkatan. Misalnya minyak mentah dari Mei tahun lalu harganya US$ 65,5/barel menjadi US$ 109,6/barel. Kemudian CPO masih mengalami peningkatan, yoy peningkatannya 51,08%.

"Kemudian ada isu pembatasan ekspor. Di Ukraina ada restriksi izin ekspor unggas, telur, minyak bunga matahari, daging sapi. Kemudian di Rusia ada beberapa pelarangan ekspor gandum, meslin, gula, barley, pupuk, dan pupuk nitrogen.

"Tiongkok ada larangan ekspor pupuk, di India ada larangan ekspor gandum. Indonesia juga pernah melakukan pelarangan ekspor CPO dan turunannya," papar Setianto, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekspor RI Januari US$ 19,16 Miliar, Tumbuh 25,31%


(aji/aji)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading