BPS: Ekspor April US$ 27,32 Miliar, Tumbuh 47,76%

News - Cantika AP Noveria, CNBC Indonesia
17 May 2022 11:09
Sebanyak 3.288 sapi asal Australia tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/5/2022).  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perdagangan internasional Indonesia periode April 2022. Ekspor masih tumbuh tinggi seperti ekspektasi pasar.

Pada Selasa (17/5/2022), Kepala BPS Margo Yuwono melaporkan nilai ekspor bulan lalu adalah US$ 27,32 miliar. Naik 47,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor tumbuh 36,3% yoy. Sementara konsensus versi Reuters ada di 35,97% yoy.


"Harga minyak mentah Indonesia di pasar dunia pada April US$ 102,5/barel, dibandingkan April tahun lalu naik 65,45%. Demikian pula sebagian komoditas non-migas seperti batu bara, kopi," kata Margo dalam konferensi pers.

Sejumlah negara mitra dagang Indonesia, lanjut Margo, masih tumbuh positif pada kuartal I-2022. Namun IMF sudah merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global dan akan berdampak pada kegiatan ekspor pada bulan-bulan sebelumnya.

"Tiongkok tumbuh 4,8%, sebagai mitra dagang utama kita. Shanghai menerapkan lockdown sejak akhir Maret, tentu ini akan berdampak kepada kinerja ekspor. Kemudian Amerika, ada kenaikan suku bunga The Fed dan ini bisa mempengaruhi kegiatan ekspor dan impor kita," papar Margo.

Di dalam negeri, demikian Margo, pada April ada Ramadan dan persiapan Lebaran yang mendorong konsumsi masyarakat. Ini bisa berdampak kepada peningkatan impor barang. Ada pula kebijakan larangan ekspor sawit per 28 April, ini diberlakukan sampai harga minyak goreng bisa lebih terjangkau.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tanpa Batu Bara, Masihkah Ekspor Indonesia Bertenaga?


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading