'Kenaikan Cukai Rokok Sudah Pertimbangkan Nasib Para Petani'

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
04 November 2019 13:48
'Kenaikan Cukai Rokok Sudah Pertimbangkan Nasib Para Petani'
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menetapkan kenaikan cukai hasil tembakau dan harga jual eceran (HJE) yang akan berlaku pada 2020 mendatang.

Ketentuan tersebut termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 152/2019 tentang Perubahan Kedua atas PMK 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Adapun besaran Kenaikan cukai rokok tersebut sekitar 22% dan harga eceran sebesar 35%.

Hal ini mengakibatkan banyaknya pengusaha yang berteriak. Bahkan diduga bakal ada PHK hingga 7.000 karyawan.


'Kenaikan Cukai Rokok Sudah Pertimbangkan Nasib Para Petani'Foto: Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi memberikan keterangan pers mengenai Kegiatan Penertiban Jastip. (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)


Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan pemerintah telah betul-betul melihat kemampuan masyarakat. Kenaikan cukai tersebut dianggap tidak memberatkan.

"Kalau kita lihat detailnya itu kan variatif. Pemerintah betul-betul telah memerhatikan kemampuan antar golongan, dan jenis rokok," katanya di Kantor Kemenkeu, Senin (4/11/2019).

Kenaikan tarif cukai, sambung Heru, yang dari sejenis SKT startnya itu mulai dari 10%. Sehingga, lanjut Heru, itu menunjukkan pemerintah itu concern terhadap tenaga kerja.

"Terutama yang labour insentif, padat karya. Makanya kenaikan tarif SKT itu terendah ini berbeda dengan yang mesin. Di mana mesin relatif lebih tinggi."

Lebih jauh, Heru mengatakan tujuan dari kebijakan tarif cukai rokok yang naik ini supaya satu sisi pengendalian konsumsi rokoknya tetap dijalankan. Di sisi lain, tenaga kerja masih jadi perhatian.

"Kalau diramu dengan yang aspirasi petani, dengan demikian pemerintah sebenarnya telah mengharmonisasi beberapa kepentingan."




[Gambas:Video CNBC]




(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading