Peringkat RI Jatuh ke Urutan 50, Luhut: Nggak Bisa Komentar

News - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
11 October 2019 11:18
Peringkat RI Jatuh ke Urutan 50, Luhut: Nggak Bisa Komentar
Jakarta, CNBC IndonesiaWorld Economic Forum (WEF) mengeluarkan daftar peringkat negara paling kompetitif di dunia. Namun sayangnya, Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke 50 dari 141 negara atau turun 5 peringkat dari penilaian yang sama di 2018 lalu.

Indonesia bahkan kalah dari negara jiran, yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Singapura menduduki peringkat pertama sebagai negara paling kompetitif sementara Malaysia dan Thailand masing-masing di posisi ke-27 dan ke-40.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan tidak bisa berkomentar soal turunnya peringkat daya saing tersebut. Ketidakpastian ekonomi dunia yang luar biasa disebut Luhut jadi salah satu penyebabnya.


"Nggak bisa komentar, global economy uncertainty tinggi. Bicara di IMF dan Bloomberg Forum, menyatakan ketidakpastian ekonomi luar biasa. Ketidakpastian trade war AS-China dan AS ke Uni Eropa," ujar Luhut di kantornya, Jakarta, Jumat (11/10/2019).



Meski begitu, Luhut mengatakan beberapa investor sudah menyatakan ketertarikannya untuk masuk ke Indonesia. "Minggu depan mereka akan datang kemari. Timnya sudah datang ke Bintan dan Batam," jelas Luhut.

Pemerintah, ujar dia, terus menggenjot industri hilirisasi untuk mencegah ekonomi Indonesia terombang-ambing dari naik turunnya harga komoditas yang selama ini menjadi andalan.

Peran Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menurut Luhut cukup penting dalam mengundang investasi masuk ke Indonesia.

"Beliau (Sri Mulyani dan Perry Warjiyo) dikagumi banyak pejabat yang banyak bertemu. Itu semua ingredients successful yang kita punya," kata Luhut.

Simak video pelaku usaha tanggapi merosotnya peringkat daya saing RI di bawah ini:

[Gambas:Video CNBC]

(wed/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading