Daya Saing RI Melorot ke 50 & 'Raja Kecil' Merajalela

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
11 October 2019 09:47
Daya Saing RI Melorot ke 50 & 'Raja Kecil' Merajalela
Jakarta, CNBC Indonesia - World Economic Forum (WEF) mengeluarkan daftar peringkat negara paling kompetitif di dunia lewat dokumen The Global Competitiveness Report edisi 2019. Publikasi ini berisi kajian dari WEF terkait dengan daya saing dari berbagai negara.

Dalam laporan tersebut, Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke 50 dari 141 negara atau turun 5 peringkat dari penilaian yang sama di 2018 lalu.

Dari 12 indikator yang diukur, Indonesia hanya mendapat nilai sebesar 64,6 atau -0,3 dibanding 2018.


Peneliti Indef Andry Satrio Nugroho mengatakan, dari berbagai indikator yang dikeluarkan oleh WEF, salah satu menjadi tekanan bagi Indonesia karena masih kalah adalah dari sisi regulasi. Regulasi Indonesia lemah karena masih rumit sehingga tingkat kompetitif turun.


Namun, ia menilai bukan hanya itu saja yang menyebabkan daya saing turun. Tapi juga karena kurangnya komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat soal regulasi.

"Perijinan sudah cukup baik di pusat, tetapi yang jadi masalah adalah sinkronisasi di daerah-daerah luar Jakarta," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat (11/10/2019).

"Saya rasa jangan sampai indikator yang melemah ini diterjemahkan untuk perlu atau segeranya Omnibus Law sebagai solusi nya. Ini sama saja menyelesaikan permasalahan investasi dengan cara instan," kata dia. Konsep regulasi Omnibus Law adalah hasil kompilasi beberapa aturan dengan substansi dan tingkatannya berbeda.


Menurutnya, salah satu langkah yang bisa dilakukan pemerintah adalah membuat tata kelola yang baik di daerah, karena ini problem utama di investasi. Apalagi masih banyak kecurangan yang terjadi di daerah jika menyangkut soal perizinan.

"Masih ada regulasi yang tidak transparan dan rent seeker hingga 'raja kecil' yang menghambat investasi," tegasnya.

Data WEF tersebut menunjukkan, Indonesia bahkan kalah dari negara jiran, yakni Singapura, Malaysia dan Thailand. Singapura menduduki peringkat pertama sebagai negara paling kompetitif sementara Malaysia dan Thailand masing-masing diposisi ke-27 dan ke-40.

Dari 12 indikator yang diukur, Indonesia hanya mendapat nilai sebesar 64,6 atau -0,3 dibanding 2018. Sementara Singapura memperoleh nilai 84,8, Malaysia 74,6 dan Thailand 68,1.

Ada 10 besar negara yang paling kompetitif menurut WEF. Yaitu:

1. Singapura (84,8)

2. Amerika Serikat (83,7)
3. Hong Kong China (83,1)
4. Belanda (82,4)
5. Swiss (82,3)
6. Jepang (82,3)
7. Jerman (81,4)
8. Swedia (81,2)
9. Inggris (81,2)
10. Denmark (81,2)


Pelaku usaha tanggapi merosotnya daya saing RI

[Gambas:Video CNBC]


(tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading