Catat! Peringkat Daya Saing RI Turun karena Izin Ribet

News - CNBC Indonesia, CNBC Indonesia
12 October 2019 14:32
Catat! Peringkat Daya Saing RI Turun karena Izin Ribet Foto: Ilustrasi aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan ini kabar heboh datang dari World Economic Forum (WEF) yang mengeluarkan daftar peringkat negara paling kompetitif di dunia. Mengejutkan, karena Indonesia turun lima peringkat menjadi ke-50 dengan skor 64.6, lebih buruk dari 2018 yang berada di peringkat ke-45.

Sementara di kawasan ASEAN Indonesia berada di peringkat ke-4. Peringkat ini di bawah Singapura (peringkat 1), Malaysia (peringkat 27), dan Thailand (peringkat 40).

Menurut laporan WEF tersebut, Kekuatan Indonesia adalah dari sisi market size dan stabilitas makro ekonomi dengan nilai masing-masing 82,4 dan 90.

Budaya bisnis Indonesia cukup dinamis, dan sistem keuangan juga stabil. WEF menilai, tingkat adopsi teknologi Indonesia juga tinggi, sayangnya kualitas akses tetap relatif rendah. Serta, yang menjadi catatan adalah kapasitas inovasinya masih terbatas walaupun ada peningkatan.


Dalam laporan tersebut, Singapura terpilih sebagai negara terkompetitif dalam The Global Competitiveness Report 2019 lembaga itu.

Singapura unggul di 103 indikator utama. Mulai dari inflasi, keterampilan digital, dan tarif perdagangan pada 141 negara. Usia harapan hidup, Singapura pun berada di peringkat nomor satu, dengan anak-anak yang baru lahir diperkirakan akan hidup sampai usia 74 tahun.

Singapura juga berhasil menyingkirkan AS yang sebelumnya mendapat peringkat teratas di 2018. Perang dagang dengan China, menjadi salah satu alasan mengapa posisi AS turun.

Yang mengejutkan, meski dilanda demonstrasi terus menerus, Hong Kong masih dinilai kompetitif sebagai pusat bisnis. Bahkan wilayah ini masuk ke dalam tiga besar dan menjadi satu-satunya kota dengan daya saing terbaik.

Berikut ini adalah peringkat 10 negara paling kompetitif di dunia :
  1. Singapura
  2. Amerika Serikat
  3. Hong Kong
  4. Belanda
  5. Swiss
  6. Jepang
  7. Jerman
  8. Swedia
  9. Britania Raya
  10. Denmark
Dalam keterangannya, WEF juga menegaskan bahwa perang dagang dan geopolitik akan memicu ketidakpastian dan menekan pertumbuhan sebagian besar ekonomi dunia. "Namun, beberapa pemain yang lebih baik tahun ini tampaknya mendapat manfaat dari perseteruan perdagangan melalui pengalihan perdagangan," tulis WEF.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa merosotnya peringkat Indonesia itu karena regulasi soal perizinan investasi di Indonesia terlalu rumit.

"Itu lebih karena regulasi yang terlalu rumit dan institusi yang disusun pemerintah, terutama yang masih belum terlalu ramah investasi," ujar Bambang saat ditemui di Hotel Fairmont, Rabu (9/10/2019).

Hal itu jelas, mengakibatkan daya tarik investor untuk berinvestasi di Indonesia berkurang, karena sulitnya regulasi yang diterapkan di dalam negeri.

Maka, menurut Bambang, tak heran bahwa peringkat Indonesia dalam soal berdaya saing turun.

"[Regulasi yang rumit] membuat daya tarik orang untuk berinvestasi berkurang, akibat dari kerumitan. Ditambah saingan kita juga semakin agresif menawarkan kemudahan," kata dia melanjutkan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara perihal peringkat daya saing global (global competitiveness index) Indonesia dari WEF yang turun dan masih kalah dibandingkan negara lain.

Berbicara di Kantor Wakil Presiden, JK menegaskan bahwa peringkat daya saing Indonesia masih kalah dibandingkan negara-negara kawasan seperti Thailand dan Vietnam.

"Itu selalu kita bicarakan, bahwa tingkat kompetitif kita di bawah Thailand, Vietnam. Mereka lebih baik dari kita. Kita menyadari itu, sehingga harus diperbaiki," kata JK, seperti dikutip CNBC Indonesia, Kamis (10/10/2019).


Luhut Bicara Soal Penyebab Daya Saing RI Turun
[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading