Internasional

Wew, Inggris Tetep Minta 'Cerai' dari Eropa 31 Oktober

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
07 October 2019 14:33
Wew, Inggris Tetep Minta 'Cerai' dari Eropa 31 Oktober
Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan Uni Eropa (UE) bahwa ia tidak akan menunda kembali deadline keluarnya Inggris dari Eropa (Brexit). Inggris akan tetap hengkang dari entitas geopolitik itu, 31 Oktober 2019.

Ini ditegaskan Johnson kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam sebuah panggilan telepon. "UE tidak boleh dibujuk dengan keyakinan yang keliru bahwa Inggris akan tetap di UE setelah 31 Oktober", kata seorang juru bicara Kantor PM Inggris Downing Street, sebagaimana dilansir dari Straits Times, Senin (07/10/2019).

Johnson juga mengatakan kini bola di tangan UE apakah akan mengetok proposal yang ditawarkan Inggris atau tidak. Ia menegaskan ini meskipun bulan lalu anggota parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang yang mengharuskan PM Inggris itu menunda Brexit jika belum proposal belum disetujui Eropa.




"Inggris telah membuat tawaran besar dan penting, tetapi sudah waktunya bagi komisi (Eropa) untuk menunjukkan kesediaan mereka untuk berkompromi juga. Jika tidak, Inggris akan pergi tanpa kesepakatan," tambah sumber itu.

Inggris mendesak UE untuk mengintensifkan pembicaraan mengenai proposal Brexit tersebut. Sementara UE meminta proposal dikerjakan ulang dalam beberapa hari.

Sekretaris Brexit Stephen Barclay mengatakan, blok itu perlu kreativitas dan fleksibilitas menjelang 31 Oktober. "Kami telah menetapkan proposal yang sangat serius termasuk kompromi dari pihak kami," katanya kepada BBC.

"Kita perlu masuk ke dalam negosiasi intensif untuk mengklarifikasi apa kesepakatannya."

Barclay menambahkan, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengadakan pemungutan suara parlemen menjelang KTT UE, untuk menunjukkan kepada Brussel bahwa rencana itu mendapat dukungan para anggota parlemen.

Para pemimpin Eropa dikabarkan menolak permintaan Inggris untuk terus melakukan diskusi mengenai proposal yang akan berlangsung akhir pekan. Inggris dan UE akan melanjutkannya Senin ini.

Jika Inggris belum memuat kesepakatan dengan UE, ketidakpastian Brexit akan semakin mendorong ekonomi Inggris ke jurang resesi. Ekonomi Inggris, sebagaimana ditulis The Guardian, sudah terkontraksi 0,2% di kuartal kedua tahun ini.

Sebelumnya, pada kuartal II-2019, ekonomi Inggris tumbuh 1,2%. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu 1,8% dan menjadi angka terendah sejak awal 2018.

Sementara untuk periode Mei-Juli, ekonomi Inggris tidak tumbuh alias 0%. Pertumbuhan ekonomi stagnan karena kontraksi di sektor konstruksi dan manufaktur.

Sementara sektor jasa, yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi, masih tumbuh. Tetapi melambat sepanjang 2019.





(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading