Duh, Sudah 30 Tahun Kapasitas Panas Bumi RI Baru 2000 MW

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
14 August 2019 18:42
Duh, Sudah 30 Tahun Kapasitas Panas Bumi RI Baru 2000 MW
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia rupanya memiliki sumber daya panas bumi mencapai 29.000 MW atau 29 GW. Tapi, setelah puluhan tahun, baru 2.000 MW yang termanfaatkan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pun sempat 'menyentil' hal tersebut. Ia mengatakan, "Semuanya sudah puluhan tahun, jadi kalau kita bisa mengatakan, walaupun sudah tujuh konferensi, ini kemajuannya lambat sekali. Tujuh kali bikin pameran, hasilnya baru 2.000 MW, (padahal) 30 tahun pengalaman," kata JK dalam acara 7th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition, di Jakarta, Selasa (13/8/2019).




Sampai saat ini, memang belum banyak yang mengembangkan PLTP, masalah biaya menjadi salah satu faktor. 

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menuturkan, dalam 15 tahun terakhir sebenarnya pemerintah mencoba meningkatkan realisasi utilitas panas bumi. Namun, yang disayangkan, dalam tiga tahun terakhir proyek-proyek PLTP baru yang masuk lajunya melamban.

"Padahal kalau kita lihat, PGE (Pertamina Geothermal Energy) punya wilayah kerja panas bumi yang paling besar. Lalu yang lain juga kita lihat sejumlah proyek swasta mengalami penundaan, karena ketidakpastian kebijakan," ujar Fabby ketika dijumpai  acara 7th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition, di Jakarta, Rabu (14/8/2019). 

Padahal, lanjut Fabby, butuh waktu cukup panjang untuk perusahaan mulai melakukan eksplorasi, tetapi karena ketidakpastian kebijakan, ketika mereka akan lakukan eksplorasi dan melihat keekonomian proyek, regulasinya berubah, mau tidak mau harus melakukan penghitungan lagi.

"Kemudian tarifnya tidak masuk dalam hitungan biaya pokok penyediaan (BPP) pembangkit. Begitu tidak masuk, tentunya lapangan ini tidak bisa dikembangkan dari tahap eksplorasi ke ekploitasi. Ini yang membuat dari sisi projects pipeline untuk panas bumi lebih rendah dalam tiga tahun terakhir," jelas Fahmy.

Kendati demikian, menanggapi hal ini, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Samsu menegaskan, pihaknya tengah bersiap untuk melaksanakan transisi energi. Pertamina, lanjutnya, sudah punya basis di energi terbarukan, salah satunya panas bumi.

Ditemui pada kesempatan yang sama, Dharmawan menyebutkan, ada lima pilar yang menjadi patokan perusahaan dalam upaya memperkuat energi terbarukan, yakni panas bumi, biofuel, green refineries, geo-source atau sumber-sumber energi lain selain panas bumi yang berasal dari alam, dan baterai & kendaraan listrik.

"Itu semua kami dalami dengan intens, kalau di sektor hulu, lebih kembangkan di panas bumi dan geo-source," jelas Dharmawan.

Di sisi lain, PGE hadir dalam 94% kapasitas terpasang di Wilayah Kerja Geothermal Indonesia, dengan 32% operasi sendiri & 62% Joint Operations Contract (JOC).  

Direktur Utama PGE Ali Mundakir menjelaskan, saat ini sudah ada 617 MW kapasitas terpasang PLTP, dan akan bertambah 55 MW dengan beroperasinya (COD) PLTP Lumut Balai pada September 2019 ini.

Ali mengatakan, COD tahun ini merupakan unit yang pertama dengan kapasitas sebesar 55 MW. Di 2020, kata Ali akan ada COD untuk unit kedua sebesar 55 MW. Sehingga total kapasitas PLTP Lumut Balai sebesar 2x55 MW atau 110 MW.

"Biasanya antara unit satu dan unit dua jedanya enam bulan," kata Ali.

Adapun, pembangkit listrik milik PGE yang saat ini telah beroperasi yakni PLTP Kamojang di Jawa Barat berkapasitas 235 MW, PLTP Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, PLTP Ulubelu di Lampung 220 MW, PLTP Sibayak di Sumatra Utara 12 MW, dan PLTP Karaha di Jawa Barat 30 MW.

Di samping itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menargetkan tiga pembangkit panas bumi berkapasitas total 185 MW akan beroperasi komersial pada 2019. Tiga pembangkit tersebut tersebut yakni PLTP Muaralaboh Unit I berkapasitas 80 MW, PLTP Sorik Merapi Unit I berkapasitas 45 MW, dan PLTP Sokoria Unit I berkapasitas 5 MW.

Hingga saat ini, pemanfaatan kapasitas total terpasang energi panas bumi di Indonesia adalah sebesar 1.948,5 MW. Sementara itu pemerintah melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menetapkan target pengembangan Panas Bumi sebesar 7.242 MW pada 2025.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading