PLN Siapkan 'Karpet Merah' Buat Pelanggan Listrik Energi Baru

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
14 August 2019 19:30
PLN Siapkan 'Karpet Merah' Buat Pelanggan Listrik Energi Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) rupanya telah menyiapkan layanan khusus bagi pelanggan yang menggunakan listrik dengan sumber pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT).

Direktur PT PLN Gas & Geothermal (GG) Yudistian Yunis menjelaskan, ada tiga tipe layanan khusus yang disiapkan PLN untuk pelanggannya, yakni RE-Blue, RE-Green, dan RE-Crystal.




Layanan khusus RE-Blue diberikan kepada pelanggan yang pasokan energi listriknya bersumber dari energi terbarukan dengan diberikan sertifikat yang menyatakan pasokan listriknya berasal dari satu atau beberapa unit PLTA.

Sedangkan RE-Green, hampir sama dengan RE-Blue, bedanya hanya terletak sumber pasokan listriknya. Jika RE-Blue dari PLTA, RE-Green sertifikatnya menyatakan sumber pasokan listriknya berasal dari satu unit PLTP atau PLTA.

Sementara untuk layanan RE-Crystal, perbedaannya hanya terletak pada sumber pasokan listriknya bebas berasal dari satu unit manapun pembangkit listrik energi terbarukan, sesuai keinginan pelanggan.

Tarif listriknya pun bervariasi, rentangnya mulai dari Rp 1.213/kWh-Rp 2.369/kWh.

"Kami sudah lakukan peluncuran awal di Surabaya untuk jaringan distribusi di Jawa Barat. Mudah-mudahan ini akan berikan gambaran distribusi listrik EBT nantinya," tutur Yudis.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) FX Sutijastoto menyebutkan, panas bumi mempunyai peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sumber energi panas bumi lanjut Sutijastoto, terbukti lebih ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan hanya 1/15 dari emisi pembangkit listrik tenaga uap yang bahan bakarnya batubara, atau 1/10 nya emisi dari pembangkit listrik genset-genset yang bahan bakarnya dari solar. 

"Panas bumi ini energi bersih, panas bumi itu mengandung biaya-biaya lingkungan yang ditanggung oleh panas bumi sebaliknya pembangkit batubara dan solar menanggung biaya lingkungan yang ditanggung masyarakat," jelasnya.

Di sisi lain, PLN juga akan menggelontorkan investasi sebesar US$ 1 miliar untuk mengerjakan delapan wilayah kerja panas bumi (WKP) yang ditarget beroperasi komersial atau melakukan commercial operation date (COD) antara rentang 2023 - 2024. 

Delapan WKP tersebut yakni Songa Wayaua di Maluku Utara berkapasitas 10 MW, Atedei berkapasitas 5 MW di NTT, Gunung Sirung 5 MW di NTT, Gunung Tangkuban Perahu 55 MW di Jawa Barat, Oka Ile Ange 10 MW di Pulau Flores, Gunung Ungaran 55 MW di Jawa Tengah,  Kepahiang 110 MW di Bengkulu, Danau Ranau 40 MW di Lampung. 

Delapan WKP itu akan dikerjakan lewat kolaborasi bersama lima mitra yang telah lolos tahap prakualifikasi. Adapun lima mitra yang telah lolos kualifikasi yakni PT Apexindo Pratama Duta, Ormat Technologies, Medco Energi, Halliburton, dan Itochu Corporation. Kelima mitra tersebut akan bekerja sama dengan PLN dalam mengerjakan delapan wilayah kerja panas bumi (WKP) yang dikelola perusahaan. 

Yudis mengatakan, investasi tersebut sumber dananya datang dari pihak ketiga dan ekuitas perusahaan dengan porsi masing-masing 70%-80% dan 20% - 30%. PLN berharap, nantinya dalam mengerjakan delapan WKP itu mendapat bantuan pendanaan dari mitra yang telah lolos prakualifikasi. 

"Kami minta opsi itu (pendanaan) di mitra, tetapi yang utama kemampuan teknikal," katanya.



Namun, lanjut Yudis, besaran investasi masih disesuaikan dengan potensi pengembangan pembangkitan yang akan dibangun di masing-masing WKP. Potensi masing-masing WKP masih harus dipastikan dengan melakukan eksplorasi.

Sementara itu, PLN telah mengelola dua WKP yakni Ulumbu di Flores yang beroperasi sejak 2012 dengan kapasitas 4x2,5 MW dan Mataloko berkapasitas 3 MW di Pulau Ende yang beroperasi sejak 2011. PLTP Ulumbu dan Mataloko masing-masing memiliki 3 dan 6 sumur. 

PLN saat ini juga sedang melakukan studi kelayakan pada WKP Tulehu di Ambon berkapasitas 2 x 10 MW dengan melakukan pemboran. Adapun pemboran di WKP Tulehu telah dilakukan sejak tahun lalu dan hasilnya masih direview sebelum nantinya dioperasikan untuk pembangkitan. 

"Ya kerena yang tiga ini sudah punya komitmen pendanaan dan tidak mungkin bawa mitra ke dalam sana," katanya.  



[Gambas:Video CNBC] (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading