Jadi Tersangka, Sjamsul Nursalim Sulit Dibawa Pulang ke RI?

News - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
19 June 2019 18:24
Tim kuasa hukum Sjamsul Nursalim belum bisa memastikan kliennya kembali ke Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia- Tim kuasa hukum Sjamsul Nursalim belum bisa memastikan kliennya kembali ke Indonesia, setelah mendapatkan status sebagai tersangka dalam dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Pengacara Otto Hasibuan memastikan saat ini Sjamsul Nursalim berada di Singapura. Namun, kondisi kesehatan yang kurang sehat dan sudah mulai menua, Sjamsul Nursalim tetap berada di Singapura.

"Kita tahu selama ini ada di Singapura. KPK juga tahu alamatnya jelas. Kalau kurang jelas kita bisa beri tahu. Dia tidak ke mana-mana. Cuma memang karena sudah tua, kesehatannya juga kurang bagus jadi tetap di sana," jelas Otto dalam konferensi pers, Rabu (19/6/2019).



Saat ini Sjamsul Nursalim diwakili oleh Otto Hasibuan, Maqdir Ismail dan beberapa orang pengacara lain. Namun, baik Otto, Maqdir dan pengacara lainnya mengaku belum mendapatkan surat kuasa untuk membela kliennya dalam kasus di KPK.

Tim kuasa hukum ini mewakili Sjamsul untuk perkara gugatan perdata terhadap hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kerugian keuangan negara dalam BLBI BDNI. Gugatan tersebut digelar di PN Tangerang dengan nomor perkara 144/Pdt.G/2019/PN Tng.

"Sampai sekarang belum ada urgensinya kami untuk membawa dia untuk ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, karena ini kan gugatan perdata. Namun untuk perkara pidana di KPK kami belum mendapatkan kuasa jadi belum bisa mewakili untuk kasus ini ," ujarnya.

Sementara itu, Maqdir Ismail mengatakan bahwa Sjamsul Nursalim telah tinggal di Singapura sejak 2001 karena alasan kesehatan. "Mungkin dia belum pernah datang ke Jakarta sejak 2001 hingga saat ini," ujarnya.

Pihak KPK pun tak ambil pusing atas ketidakhadiran dari Sjamsul ke Indonesia. Mantan Pemilik BDNI ini telah 3 kali mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK.


Menurut KPK, pemeriksaan terhadap Sjamsul dan istrinya Itjih Nursalim bisa saja dilakukan di Singapura. "Kita berupaya melakukan pemeriksaan ke Singapura," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata, seperti dikutip dari detikcom, Selasa (18/6/2019).

Namun, dia mengaku KPK masih menunggu Sjamsul datang ke Indonesia jika dipanggil nantinya. Hingga kini, kata Alexander, opsi persidangan in absentia juga masih belum diputuskan karena saat ini proses penyidikan sedang berjalan.

Sebelumnya KPK menetapkan Sjamsul Nursalim dan Itjih Nursalim sebagai tersangka dugaan korupsi BLBI untuk BDNI. Sjamsul dan istri diduga rugikan negara senilai Rp 4,58 triliun.

Keduanya disangkakan melanggar pasal ayat 2 ayat 1 atau pasal 3 UU No 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 2/2001 jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Saksikan Video BLBI, Lembar Hitam Zaman Krismon

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya

Rugikan Negara Rp 4,58 T, Berapa Kekayaan Sjamsul Nursalim?


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading