Perang Dagang, Trump Tunda Pengenaan Bea Impor Otomotif

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
16 May 2019 - 07:18
Perang Dagang, Trump Tunda Pengenaan Bea Impor Otomotif
Jakarta, CNBC Indonesia - Ada secercah kabar baik di tengah kecamuk perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pemerintahan Presiden Donald Trump berencana menunda pengenaan bea impor otomotif hingga enam bulan ke depan, kata empat sumber kepada CNBC International.

Keputusan itu tentu saja menunda makin lebarnya perang dagang global.

Gedung Putih memiliki tenggat waktu hingga Sabtu (18/5/2019) mendatang untuk memutuskan apakah akan mengenakan bea masuk terhadap impor mobil dan suku cadangnya dengan alasan keamanan nasional.


Setelah Sabtu, pemerintah AS memiliki waktu hingga enam bulan ke depan untuk memutuskan sikapnya setelah bernegosiasi dengan negara-negara rekan dagangnya, dilansir dari CNBC International.


Kabar itu membuat saham-saham otomotif melesat kencang, Rabu. Saham Fiat Chrysler melesat 1,9% sementara Ford Motor dan General Motors melompat masing-masing 1,2% dan 0,9%.

Trump memandang bea impor itu sebagai salah satu cara untuk memperkuat posisinya di hadapan beberapa rekan dagang seperti Uni Eropa (UE) dan Jepang dalam perundingan dagang yang tengah berlangsung. Namun, ia juga berisiko mengobarkan perang dagang global yang baru bila ia ngotot menjatuhkan bea masuk otomotif itu.

UE, misalnya, telah menyiapkan daftar panjang bea masuk balasan yang akan dijatuhkan kepada produk-produk AS bila Trump benar-benar menjadikan otomotif sebagai sasaran perang dagang terbarunya.

Penundaan itu terjadi ketika Gedung Putih mencoba menyepakati perjanjian dagang dengan China untuk mengakhiri perseteruan sengit di antara keduanya. Dua ekonomi terbesar di dunai itu telah saling menaikkan bea masuk terhadap impor satu sama lain dalam perang dagang yang makin panas dan telah mengguncang ekonomi global.

Perang Dagang, Trump Tunda Pengenaan Bea Impor OtomotifFoto: REUTERS/Fabian Bimmer

Trump kini tengah mempertimbangkan apakah akan menggunakan alasan keamanan nasional untuk menjatuhkan bea masuk 25% terhadap mobil-mobil impor. Ia menggunakan alasan yang sama untuk mengenakan bea impor baja dan aluminium tahun lalu.

Para anggota parlemen dari Demokrat dan Republik telah sama-sama mendorong Trump agar tidak melanjutkan rencana penerapan bea masuk otomotifnya. Para pabrikan mobil AS juga telah menentang rencana itu. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading