Internasional

Tragedi Boeing 737 MAX Bisa Pangkas PDB AS, Kok Bisa?

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
22 March 2019 - 11:36
Tragedi Boeing 737 MAX Bisa Pangkas PDB AS, Kok Bisa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah penghentian produksi pesawat Boeing 737 Max bisa berakibat lebih parah dari sekadar memengaruhi laba kuartalan perusahaan pesawat raksasa itu, kata JP Morgan.

Michael Feroli, kepala ekonom bank asal Amerika Serikat (AS) itu, dalam sebuah catatan kepada kliennya mengatakan produk domestik bruto (PDB) tahunan AS bisa turun 0,6 poin persentase jika produksi pesawat yang sedang dirundung musibah itu dihentikan sementara.

"Tahun ini penjualan (pesawat jenis) 737 diproyeksikan mencapai sekitar US$ 35 miliar, di mana sekitar 90% diperkirakan berasal dari penjualan model Max, atau sekitar seperempat dari total produksi pesawat domestik," kata Feroli, dilansir dari CNBC International, Jumat (22/3/2019).


Boeing masih merakit pesawat 737 Max, tetapi pengiriman pesawat itu telah dihentikan sementara saat pejabat AS melakukan penyelidikan tentang izin atau sertifikasi pesawat.


Pada 10 Maret lalu, pesawat 737 Max yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh, dan merupakan bencana kedua yang melibatkan pesawat jenis ini dalam waktu sekitar lima bulan. Pesawat yang jatuh itu disertifikasi untuk terbang oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA).

Setelah mengalami kecelakaan kedua, puluhan maskapai dan negara melarang pesawat jenis ini dioperasikan atau diterbangkan. Saham Boeing turun tajam sejak saat itu, anjlok lebih dari 11%.

"Boeing terus memproduksi pesawat, yang sebagian besar, kalau bukan semua produk akhir, dimasukkan ke dalam inventaris sambil menunggu selesainya investigasi. Pada prinsipnya, ini berarti bahwa PDB seharusnya sebagian besar tidak terpengaruh untuk saat ini," kata Feroli.

Tragedi Boeing 737 MAX Bisa Pangkas PDB AS, Kok Bisa?Foto: Infografis/Tragedi Penerbangan Ethiopian Airlines/Arie Pratama

Namun, CNBC telah mengetahui melalui seorang sumber bahwa Boeing mengirim email kepada karyawannya, berisi seruan untuk memperlambat pekerjaan di salah satu pabrik perusahaan minggu depan.

"Selama tiga hari di pekan depan kita akan fokus menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya tertunda. Sementara jalur produksi tidak akan bergerak maju pada hari-hari itu, pekerjaan akan berlanjut di setiap area di dalam dan di luar pabrik."

"Kami menggunakan hari jeda itu untuk membuat jadwal untuk membantu kami pulih dari dampak badai musim dingin dan keterlambatan pemasok," kata perusahaan dalam email yang dikutip CNBC.


Saksikan video mengenai jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading