Batal Beli 49 Unit Boeing 737 MAX 8, Saham Garuda Jatuh 5%

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
22 March 2019 11:04
Batal Beli 49 Unit Boeing 737 MAX 8, Saham Garuda Jatuh 5%
Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) langsung melorot 5,41% di level Rp 525/saham pada perdagangan pukul 10.55 WIB, sesi I, Jumat (22/3/2019).

Pembatalan pemesanan 49 unit pesawat Boeing 737 MAX 8 menjadi sentimen negatif bagi saham Garuda pada perdagangan hari ini.

Padahal investor sebelumnya memburu saham GIAA ini lantaran ada asa atas kinerja bisnis perseroan ke depan setelah bekerja sama dengan Sriwijaya Air Group.


Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, penguatan saham Garuda sebetulnya sudah sejak awal tahun di mana secara year to date naik 76%. Bahkan dalam 6 bulan terakhir yang melesat 138%.


Hanya saja sentimen batalnya pemesanan ini akibat terjadinya kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air dengan pesawat yang sama yakni Boeing 737 MAX 8 yang membuat sahamnya memerah.

Hari ni transaksi saham Garuda diperdagangkan sebesar Rp 18,77 miliar dengan volume perdagangan 34,76 juta saham. Namun hari ini asing masuk Rp 98 juta, sehingga secara year to date asing masuk (net buy) Rp 1,33 miliar di semua pasar.

Kemarin, manajemen Garuda mengonfirmasi telah membatalkan pemesanan 49 unit pesawat Boeing 737 MAX 8.

"Kami sendiri sudah kirim surat ke McAllister (bos Boeing) kalau kami nyatakan untuk cancel 49 unit," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, kepada Detik.com, Kamis (21/3/2019).

Ia mengungkapkan, masalah Boeing kini adalah kehilangan kepercayaan dari para konsumen Garuda Indonesia. Ari mengatakan penumpang maskapai itu sudah tidak ingin menumpang Boeing 737 MAX 8.

Kendati Boeing 737 MAX 8 dibenahi pihak Boeing, kepercayaan penumpang pada pesawat tersebut tidak akan kembali lagi. Itulah alasan pihaknya untuk menghentikan pemesanan 49 sisa Boeing 737 MAX 8.

"Jadi meskipun mereka sudah benahi sistem MAX 8, itu confidence penumpang sudah enggak ada. Jadi kami minta itu 49 dibatalkan," tegas Ari.

Garuda Indonesia sendiri sebelumnya memesan sekitar 50 pesawat Boeing 737 MAX 8, dan satu diantaranya sudah tiba di Indonesia sejak 2017 lalu. Namun, karena larangan terbang sementara dari Kementerian Perhubungan, pesawat itu telah dilarang terbang dan dikandangkan (grounded).

Simak pernyataan soal kebijakan FAA yang dinilai telat mengkandangkan Boeing 737 MAX 8.
[Gambas:Video CNBC]
(tas/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading