Internasional

Ngotot Kawal Brexit, PM Inggris Sambangi UE Lagi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
20 February 2019 17:47
Ngotot Kawal Brexit, PM Inggris Sambangi UE Lagi
Brussels, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Inggris Theresa May melakukan perjalanan ke markas Uni Eropa (UE) di Brussels, Belgia, lagi pada hari Rabu (20/2/2019) demi menyelamatkan rancangan kesepakatan Brexit-nya.

Inggris terancam keluar begitu saja dari blok perdagangan terbesar dunia dalam 37 hari mendatang kecuali jika May dapat membujuk parlemen Inggris atau Uni Eropa (UE) untuk mengalah. Para pejabat juga sedang harap-harap cemas menanti kemungkinan terjadinya terobosan.

Masalah utama yang menghalangi Brexit adalah klausul backstop yang bertujuan mencegah perbatasan yang ketat di wilayah perbatasan yang sensitif antara anggota UE, Irlandia, dan provinsi Inggris di Irlandia Utara.


May telah menyetujui rancangan perjanjian dengan para pemimpin Uni Eropa pada November lalu, tetapi kemudian kesepakatan tersebut ditolak bulan lalu oleh anggota parlemen Inggris. Para legislator mengatakan kemungkinan terikatnya Inggris dengan aturan UE tanpa batas waktu membuat klausul backstop itu tidak dapat diterima.


Sang perdana menteri telah berjanji kepada parlemen untuk menyusun kembali perjanjian itu dan mencoba memberikan batasan waktu pada klausul backstop atau memberi Inggris beberapa cara lain untuk keluar dari pengaturan yang menurut para pengkritiknya akan membuat negara itu "dijebak" oleh UE.

Seorang juru bicara May menyebut perjalanannya ke Brussel merupakan hal "penting" dan sebagai bagian dari proses keterlibatan untuk mencoba menyepakati perubahan yang menurut pemerintahnya harus disepakati oleh parlemen.

"Saya sangat menghormati Theresa May atas keberanian dan ketegasannya. Kami akan mengadakan pembicaraan persahabatan besok, tetapi saya tidak mengharapkan terobosan," kata Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker sebagaimana disampaikan oleh stafnya, dilansir dari Reuters.

Ngotot Kawal Brexit, PM Inggris Sambangi UE LagiFoto: Perdana Menteri Inggris Theresa May (REUTERS/Peter Nicholls)

Pada hari Selasa, UE menanggapi permintaan Inggris lagi, menatakan: "UE 27 tidak akan membuka kembali perjanjian penarikan; kami tidak dapat menerima batas waktu untuk backstop atau klausa keluar sepihak," kata Margaritis Schinas, juru bicara Juncker.

"Kami mendengarkan dan bekerja dengan pemerintah Inggris ... untuk keluarnya Inggris dari Uni Eropa secara teratur pada 29 Maret," tambahnya, mengutip Reuters.

Juru bicara May lagi-lagi mengatakan itu adalah niat perdana menteri untuk membujuk UE untuk membuka kembali kesepakatan Brexit.

"Ada proses keterlibatan yang terjadi. Besok jelas merupakan pertemuan penting antara perdana menteri dan Presiden Juncker sebagai bagian dari proses itu," katanya.


Saksikan video perkembangan Brexit berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading