Janji Sektor Energi Jokowi: Dari B20 Naik ke B100

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
18 February 2019 08:21
Janji Sektor Energi Jokowi: Dari B20 Naik ke B100
Jakarta, CNBC Indonesia - Debat calon presiden (capres) kedua sudah selesai terlaksana. Masing-masing kandidat capres pun sama-sama menyampaikan visi dan misi dalam berbagai bidang yang terkait ekonomi, salah satunya sektor energi.

Di sektor energi, kandidat capres nomor urut 01 Joko Widodo menjanjikan pengurangan energi fosil besar-besaran, terutama untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM), jika terpilih nanti.



Sang petahana menegaskan misinya menjadikan Indonesia maju di bidang energi. Pihaknya akan mengurangi pemakaian energi fosil dengan beralih ke green fuel.


"Biodiesel akan kami kerjakan, kami teruskan dari B20 ke B100," ujar Jokowi dalam debat capres yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Ia mengatakan fokus pemerintah adalah meneruskan program B20 saat ini hingga ke arah B100, dengan harapan 30% dari total produksi kelapa sawit saat ini sekitar 46 juta ton, akan terserap ke dalam program bauran bahan bakar nabati (BBN) dalam bahan bakar minyak (BBM).

Janji Sektor Energi Jokowi: Dari B20 Naik ke B100Foto: Infografis/B20 SANG PENYELAMAT RUPIAH/Aristya Rahadian Krsabella

"Rencananya sudah terprogram dengan jelas. Inilah yang sedang kita kerjakan sehingga kita tidak ketergantungan pada minyak impor," ujar Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah ingin menuju ke B80 dalam artian bauran CPO yang ada di diesel mencapai 80%.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, pemerintah juga menyatakan ingin menerapkan program B100.


Memang, saat ini Indonesia sedang gencar beralih ke biodiesel untuk tekan impor BBM. Berlaku sejak 1 September 2018, langkah ini dimulai dengan penggunaan biodiesel 20% atau dikenal dengan B20.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis pemberlakuan B20 ini mampu membuat negara menghemat hingga belasan triliun rupiah, karena impor solar berkurang.

"Dalam empat bulan, kebijakan masif untuk berbagai sektor tersebut mampu menghemat sebesar US$937,84 juta (setara Rp 13 triliun)," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM Djoko Siswanto dalam keterangan tertulisnya, Januari kemarin.


Saksikan video mengenai dilema penerapan B20 berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading