Internasional

David Malpass, Si Pengkritik yang Jadi Calon Bos Bank Dunia

News - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
05 February 2019 17:04
David Malpass, Si Pengkritik yang Jadi Calon Bos Bank Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat senior Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS), David Malpass, disebut-sebut sebagai calon kuat pengganti Jim Yong Kim sebagai presiden Bank Dunia.

Jim Kim sebelumnya telah mengajukan surat pengunduran diri yang efektif pada 1 Februari lalu. Beberapa tokoh disebut-sebut layak menjadi pengganti dokter kelahiran Korea Selatan itu, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, namun keputusannya akan ada di tangan Presiden AS Donald Trump.



Sudah menjadi rahasia umum bahwa secara tradisi, tokoh AS-lah yang akan menjadi bos Bank Dunia. Ia akan ditunjuk oleh presiden Negeri Paman Sam yang merupakan pemegang saham terbesar di lembaga tersebut.


Politico pada Senin (4/2/2019) merilis kabar bahwa Malpass disebut-sebut menjadi calon kuat pilihan Trump dan akan diumumkan Rabu waktu setempat.

Juru bicara Gedung Putih dan Departemen Keuangan enggan berkomentar. Namun, sumber diplomatik Eropa mengatakan pemerintahan Trump telah memberi tahu ihwal Malpass yang masuk dalam nominasi.

Lantas, siapakah Malpass?

Melansir Politico, Malpass yang berusia 62 tahun adalah penasihat ekonomi Trump selama kampanye dalam Pemilu 2016.

David Malpass, Si Pengkritik yang Jadi Calon Bos Bank DuniaFoto: David Malpass (REUTERS/Agustin Marcarian)

Ia menjabat sebagai kepala ekonom di Bear Stearns and Co sebelum tahun 2008 dan bertugas di Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri di bawah Presiden Ronald Reagan dan George H.W. Bush.

Malpass sempat mengkritik Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), dan berbagai lembaga multilateral lainnya di 2017.

Selama dua tahun terakhir, ia juga mendorong Bank Dunia untuk menghentikan pemberian pinjaman ke China, yang menurutnya terlalu kaya untuk menerima bantuan.


China adalah pemegang saham terbesar ketiga Bank Dunia setelah AS dan Jepang.

Tahun lalu, Malpass membantu menegosiasikan paket reformasi pinjaman Bank Dunia terkait dengan peningkatan modal senilai US$13 miliar yang bertujuan membatasi pinjaman bank dan lebih memfokuskan sumber daya pada negara-negara miskin.

Reformasi itu juga membatasi pertumbuhan gaji staf Bank Dunia.

Layak untuk dinantikan apakah Malpass benar-benar ditunjuk untuk mengepalai lembaga yang pernah ia kritik ini.


Simak video mengenai IMF dan Bank Dunia berikut ini.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading