Pasca Akusisi, PGN akan Revitalisasi Anak Usaha Pertagas

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
03 January 2019 09:20
Pasca Akusisi, PGN akan Revitalisasi Anak Usaha Pertagas
Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah resmi mengakuisisi Pertagas dan menjadi subholding gas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN melakukan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sales Purchase Agreement/SPA) saham anak usaha Pertagas antara Pertamina dan PGN pada Jumat (28/12/2018) lalu.

Para pihak telah melakukan proses penilaian (valuasi) kembali atas akuisisi Pertagas. Proses penilaian kembali ini diperlukan karena PGN dan Pertamina telah memutuskan untuk mengikutsertakan empat anak usaha Pertagas yakni PT Perta Arun Gas, PT Perta Daya Gas, PT Perta-Samtan Gas, dan PT Perta Kalimantan Gas dalam proses pengambilalihan saham Pertamina di Pertagas oleh PGN.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, meski akhirnya perusahaan mengakuisisi empat anak usaha Pertagas tersebut, bukan berarti seluruhnya akan dilebur menjadi satu. Gigih mengatakan, keempatnya masih tetap menjadi entitas sendiri.

"Sesuai dengan rencana mereka akan tetap sebagai entitas masing-masing. Kami baru akan melakukan kajian secara menyeluruh terkait business clustering di bawah sub holding gas," ujar Gigih kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Kamis (3/1/2019).


Seperti diketahui, sebelumnya, pada saat penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (CSPA) yang dilakukan pada 29 Juni 2018 lalu, PGN direncanakan hanya mengakuisisi Pertagas dan anak usahanya, PT Pertagas Niaga saja.

Sebagai konsekuensi atas hasil penilaian kembali tersebut, Gigih mengatakan harga atau nilai pengambilahan saham Pertagas dan seluruh anak perusahaannya mengalami perubahan. Gigih menyampaikan, harga pembelian yang semula sebesar Rp 16,6 triliun untuk 2.591.099 lembar saham dari Pertagas atau setara 51 % atas Pertagas dan Pertagas Niaga, menjadi Rp 20,18 triliun untuk 2.591.099 lembar saham dari Pertagas yang merupakan 51% dari seluruh saham di Pertagas termasuk kepemilikan di seluruh anak perusahaannya.

Adapun, skema pembayaran pengambilalihan saham tersebut, PGN akan melakukannya dalam 2 tahap. Tahap pertama sebesar 50% dari total harga pembelian atau ekuivalen Rp 10,09 triliun akan menggunakan skema pembayaran tunai, dan untuk tahap kedua, perusahaan akan menerbitkan Promissory Note sebesar 50 % dari total harga pembelian.

"Terkait pembayaran atas transaksi ini, untuk tahap pertama PGN secara tunai telah melakukan pembayaran sebesar 50% dari total nilai pembelian, dengan menggunakan kas internal perusahaan," ujar Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, Rabu (2/1/2019).

Sedangkan, lanjut Rachmat, untuk pembayaran tahap kedua, jangka waktu enam bulan sejak pembayaran tahap pertama.

Pasca Akusisi, PGN akan Revitalisasi Anak Usaha PertagasFoto: Struktur PGN Group (dok. PGN)
(hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading