Begini Cerita Djakarta Llyod Keluar dari Krisis

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
06 December 2018 20:57
Begini Cerita Djakarta Llyod Keluar dari Krisis Foto: Ist
Jakarta, CNBC Indonesia - Tak ada yang menyangka Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pelayaran PT Djakarta Llyod (Persero) bisa selamat dari krisis. Pelan-pelan Djakarta Llyod bisa keluar dari krisis dan berhasil mendapatkan kontrak untuk angkutan dan bisa melakukan efisiensi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Djakarta Llyod Suyoto yang saat melakukan transformasi dan revitalisasi bisnis perusahaan. "Dulu Jakarta Lloyd pernah bangkrut mungkin karena mindset karyawan yang terlena menilai bahwa Jakarta lloyd adalah perusahaan besar," kata Suyoto.


Suyoto masuk ke Djakarta Llyod pada 2015, saat-saat sulit dimana dia harus merumahkan dan memberikan pesangan kepada 900 karyawan. Selain itu, Suyoto harus mempensiunkan 1.300 karyawan.


"Yang kami rubah adalah kultur. Karyawan lama kita layout. Karyawan hanya 5% yang kita angkat, sekarang hanya 2%," jelas Suyoto.

Saat-saat sulit, Djakarta Llyod sempat mendapat suntikan dari PLN. Namun semua bisa dilewati, dan dalam dua tahun ini mendapatkan order dari perusahan swasta.

"Salah satunya dapet order dari swasta yang ngasih ke bumn. Ini sangat jarang. Contohnya batu bara, Surya Mega Adi perkasa. Tahun ini kita dapet kontrak 4 juta ton per tahun tapi masih pembicaraan," kata Suyoto.

Djakarta Lloyd didirikan di Tegal, Jawa Tengah pada tanggal 18 Agustus 1950 oleh beberapa pejuang yang berasal dari TNI Angkatan Laut yang bercita-cita mulia untuk mendirikan perusahaan pelayaran samudera.

Diawal perjalanannya, Djakarta Lloyd mengoperasikan dua buah kapal uap, yaitu; SS Jakarta Raya dan SS Djatinegara. Bahkan pada tahun 1999 hingga 2008, Djakarta Lloyd mengoperasikan 14 unit kapal. Namun sejak 2008, perkembangan perusahaan mengalami stagnasi bahkan berhenti beroperasi karena alat produksi tidak dapat diutilisasi. (hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading