Sudah Pungkas, Draf Perpres DNI Segera Diserahkan ke Jokowi

News - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
05 December 2018 18:45
Sudah Pungkas, Draf Perpres DNI Segera Diserahkan ke Jokowi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyatakan draf peraturan presiden terkait daftar negatif investasi (DNI) sudah pungkas. Draf itu akan segera diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Demikian disampaikan Susiwijono dalam keterangan pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/12/2018). "Hari ini saya ingin laporkan perkembangan terakhir, namun posisi terakhir [DNI], yang ada di lampiran Perpres," katanya.




Seperti diketahui, awalnya terdapat 54 bidang usaha yang dikeluarkan dari DNI. Ke-54 bidang usaha ini pun dibagi dalam lima kelompok, yakni kelompok A, B, C, D, dan E.

Kemudian, pada 29 November 2018, lima bidang usaha, untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dari kelompok A dan B, seperti warung internet, pengupasan umbi, dan perdagangan online, dikembalikan lagi dalam daftar DNI.

Dengan demikian, menyisakan 49 bidang usaha yang masih dikeluarkan dari DNI. Hari ini, Susiwijono kembali menjelaskan kalau terdapat sembilan bidang usaha lainnya, yang juga menyusul dikembalikan dalam DNI.

[Gambas:Video CNBC]

"Kelompok C itu lima [bidang usaha] kembali ke asalnya, dua tetap dikeluarkan [dari DNI]. Sebanyak 17 itu [dari kelompok D] yang empat kembali ke persyaratan," kata Susiwijono.

Dengan perubahan terbaru itu, tersisa 40 bidang usaha yang masih dikeluarkan dari DNI. Sementara itu, terdapat 1 bidang usaha lainnya, yang ditambahkan dalam lampiran tiga, yakni "terbuka dengan persyaratan kemitraan".

Meskipun demikian, pihak Kemenko Perekonomian belum mau membeberkan terkait bidang usaha tersebut.
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading