Internasional

Pembunuhan Khashoggi, Trump: CIA tak Salahkan Pangeran Arab

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
23 November 2018 08:52
Pembunuhan Khashoggi, Trump: CIA tak Salahkan Pangeran Arab
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan lembaga intelijen CIA tidak menyalahkan Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi, kolumnis Arab di harian Washington Post dan pengritik keras kerajaan Arab, dibunuh 2 Oktober lalu di konsulat Arab di Istanbul, Turki.



Beberapa pejabat mengatakan kepada Washington Post bahw tindakan seperti itu membutuhkan persetujuan sang pangeran yang merupakan penguasa de facto pemerintahan Arab.


"Mereka tidak menyimpulkan," kata Trump ketika ditanya mengenai penyelidikan CIA oleh wartawan di Florida, AS, Kamis (22/11/2018), dilansir dari BBC.

"Mereka memiliki dugaan dalam beberapa hal. Saya memiliki laporannya, mereka belum menyimpulkan, saya tidak tahu bila ada yang bisa menyimpulkan bahwa pangeran mahkota yang melakukannya," ujar Trump.

Sang presiden telah berulang kali menegaskan pentingnya Arab Saudi bagi AS meskipun kematian Khashoggi telah memantik protes keras dunia internasional terhadap kerajaan itu.

Dalam pernyataannya pekan ini, Trump mengatakan harga minyak akan melonjak bila negaranya bermusuhan dengan Arab.



"Mungkin saja pangeran mahkota mengetahui kejadian tragis ini - mungkin ia melakukannya, mungkin juga tidak!" menurut pernyataan tersebut.

CIA ikut melakukan penyelidikan atas kasus itu bersama tim dari Turki dan Arab. Direktur CIA Gina Haspel bahkan sempat ikut berkunjung ke Istanbul bulan lalu dan disebut telah mendengarkan rekaman pembunuhan Khashoggi.

Sebuah surat kabar Turki melaporkan, Kamis (22/11/18), dalam kunjungannya Haspel mengisyaratkan kepada pejabat Turki bahwa lembaga intelijen asal Amerika Serikat (AS) itu memiliki rekaman pembicaraan telepon, di mana pangeran mahkota Arab Saudi memberikan instruksi untuk "membungkam" Khashoggi.

Jurnalis surat kabar Hurriyet Abdulkadir Selvi mengatakan panggilan telepon itu terjadi antara Pangeran Mohammed dan saudaranya yang merupakan duta besar Arab Saudi untuk Washington.

"Dikatakan bahwa putra mahkota memberi perintah untuk 'membungkam Jamal Khashoggi sesegera mungkin'," dalam sebuah panggilan yang dipantau oleh agensi AS, katanya, dilansir dari Reuters.



Khashoggi terbunuh di konsulat Arab di Istanbul pada 2 Oktober dalam aksi yang dikatakan oleh Presiden Turki Tayyip Erdogan diperintahkan oleh pimpinan tertinggi Saudi.

Setelah memberi banyak penjelasan yang kontradiktif, Riyadh mengatakan pekan lalu, Khashoggi telah terbunuh dan tubuhnya dimutilasi ketika negosiasi untuk membujuknya untuk kembali ke Arab Saudi gagal. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading