Sah! Pengadilan Saudi Vonis Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
23 December 2019 18:45
Sah! Pengadilan Saudi Vonis Mati 5 Pembunuh Jamal Khashoggi
Riyadh, CNBC Indonesia - Masih ingat dengan kabar pembunuhan jurnalis asal Arab Saudi Jamal Khashoggi? Iya, kabar pembunuhan yang terjadi yang terjadi pada 2 Oktober 2018 itu menghebohkan jagat raya.

Apalagi pembunuhan itu terjadi di tempat dengan pengawasan yang begitu ketat, yaitu Kedubes Saudi di Turki. Hal itu pun mencuatkan opini bahwa Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, terlibat dalam skandal yang menyulut kemarahan dari berbagai kalangan tersebut.

Namun, hal itu telah dibantah kerajaan. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, jaksa penuntut umum Saudi menyimpulkan ada 11 orang yang terlibat dalam 'operasi kejam' tersebut. Kesebelas orang yang tidak diberitahukan identitasnnya diadili secara rahasia di Riyadh.

Pengadilan Arab Saudi pada Senin (23/12/2019) waktu setempat, akhirnya memutuskan menjatuhkan hukuman mati pada lima orang pelaku dan memenjarakan tiga orang lainnya. Sementara tiga lainnya masih dalam persidangan.

"Pengadilan pidana Riyadh menyatakan hukuman mati pada lima orang, yang namanya belum diberitahukan, karena melakukan dan berpartisipasi langsung dalam pembunuhan korban," tulis Reuters, mengutip pernyataan pengadilan.

"Tiga orang yang dijatuhi hukuman penjara diberi berbagai hukuman selama 24 tahun karena peran mereka dalam menutupi kejahatan ini dan melanggar hukum."




Khashoggi, yang menjadi korban pembunuhan adalah mantan warga Saudi yang sudah menjadi penduduk Amerika Serikat (AS). Ia adalah kritikus keras Mohammed bin Salman.

Saat kejadian, Khashoggi mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul untuk mengurus dokumen pernikahan. Namun sejak itu, dia tidak pernah keluar lagi dari kedutaan. Berbagai laporan mengatakan tubuhnya dipotong-potong dan telah dikeluarkan dari gedung. Hingga saat ini jenazahnya belum ditemukan.

Berbagai lembaga investigator dunia terjun langsung untuk mencari tahu kebenaran di balik kejadian itu. CIA dan beberapa organisasi pemerintah Barat mengatakan yakin Pangeran Muhammad bin Salman memerintahkan pembunuhan itu. Akan tetapi, para pejabat Saudi telah berulang kali membantah ada keterlibatan putra mahkota dalam pembunuhan itu.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading