PLTA Poso I Siap Beroperasi di Semester II 2019

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
12 November 2018 20:43
PLTA Poso I Siap Beroperasi di Semester II 2019
Makassar, CNBC Indonesia- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso I milik PT Poso Energy, anak usaha Kalla Energy yang merupakan sub-holding dari konsorsium bisnis Kalla Group, siap beroperasi di semester II-2019.

PLTA Poso I berkapasitas 120 megawatt (MW) ini nantinya akan melengkapi PLTA Poso II berkapasitas 195 MW yang telah beroperasi sejak 2012.



Direktur Kalla Energy, Afifuddin Suhaeli Kalla mengatakan pendanaan bagi pembangunan kedua PLTA ini seluruhnya berasal dari bank lokal serta tidak menggunakan tenaga kerja asing, kecuali untuk konsultan. Kalla Energy sendiri menunjuk PT Bukaka Teknik Utama Tbk. (BUKK) sebagai kontraktor.


Afif menyebutkan, tingkat kandungan dalam negeri/TKDN (local content) kedua PLTA ini mencapai 70% dengan hanya turbin pembangkit yang masih diimpor.

Kedua PLTA ini menggunakan Danau Poso dengan 8 anak sungai yang masuk dan satu sungai keluar sebagai reservoir. Menurut Afif, output yang dihasilkan cukup besar sehingga mampu membangun tiga PLTA.

"Total investasi dari kedua PLTA ini mencapai US$ 700 juta, dengan lebih banyak Poso II. Thumb rule-nya US$ 2,5 juta per megawatt. Poso II sudah beroperasi sejak 2012 sementata Poso I kita targetkan semester II tahun depan. Saat ini konstruksinya sudah 95%," jelas Afif di Nipah Mall, Sabtu (10/11/2018).

Perusahaan sendiri menargetkan penambahan kapasitas (extention) 2 x 100 MW di PLTA Poso II setelah pembangunan PLTA Poso I selesai sehingga total daya yang dihasilkan nantinya mencapai 515 MW.

Seluruh daya listrik tersebut mayoritas disalurkan ke PLN Sulawesi Selatan dan sebagian kecil ke Sulawesi Tengah, di mana penyerapan ke Palu dan sekitarnya hanya mencapai 50 MW.

"Jadi Poso Energy bertindak sebagai IPP [independent power producer] dengan harga jual ke PLN sekitar US$ 7,5 sen," katanya.

Afif mengaku perusahaan sebenarnya sangat tertarik masuk ke provinsi lainnya di Sulawesi seperti Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Namun, keinginan tersebut hingga kini belum terwujud karena tidak adanya transmisi.

"Kita ingin masuk ke Sulawesi Tenggara karena di sana banyak smelter yang 75% biaya produksinya itu dari listrik," ujarnya.

Selain ketiga PLTA ini, Kalla Energy juga sedang membangun PLTA Malea di Tana Toraja dengan potensi energi 120 MW dan ditargetkan rampung di 2020.

"Kita fokus di PLTA sebagai energi terbarukan karena potensi energi terbesar di Sulawesi itu memang air. Kalau kita sudah selesai di proyek-proyek PLTA kami, tidak menutup kemungkinan akan melirik panas bumi," pungkasnya.
5 Attachments (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading