Internasional

Alibaba Cetak Rekor di Singles Day, Tapi Tumbuh Melambat

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
12 November 2018 12:20
Alibaba Cetak Rekor di Singles Day, Tapi Tumbuh Melambat
Shanghai, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce asal China Alibaba mencetak rekor nilai pemesanan yang mencapai US$30,7 miliar (Rp 452,8 triliun) sepanjang hari belanja online Singles Day, Minggu (11/11/2018) kemarin. Namun, pertumbuhan penjualannya melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Event belanja 24 jam yang terbesar di dunia ini dimulai Minggu dini hari di perayaan kesepuluh tahunnya tahun ini. Singles Day tahun ini kembali mematahkan capaian penjualan tahun lalu karena para pembeli China berusaha meraup promosi sebesar-besarnya untuk mendapatkan semua barang mulai dari barang elektronik hingga perlengkapan rumah tangga dengan harga murah.



Penjualan Alibaba di hari tersebut naik 27% dibandingkan 39% yang dibukukan tahun lalu, AFP melaporkan.


Meskipun penjualan ritel China telah stabil, proyeksi ke depannya masih tidak menentu karena ekonomi sedang melambat dan kecemasan terkait perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) yang membayangi.

Harga saham Alibaba yang naik dua kali lipat di 2017 turun 16% tahun ini.

Singles Day awalnya merupakan hari yang didedikasikan untuk warga China yang belum menikah, namun Alibaba mengambil kesempatan satu dekade lalu dengan meluncurkan promosi belanja yang serupa dengan pesta ritel Black Friday di AS tiap akhir November.

Alibaba Cetak Rekor di Singles Day, Tapi Pertumbuhan MelambatFoto: Infografis/Kisah Sukses Jack Ma/Edward Ricardo
Alibaba awal bulan ini baru saja menurunkan proyeksi pendapatan setahun penuhnya akibat ketidakpastian perekonomian yang membayangi sentimen konsumen. Namun, perusahaan yang didirikan miliuner asal China, Jack Ma, ini tetap bullish akan proyeksi masa depannya setelah meluncurkan beberapa inisiatif baru.

Selain berekspansi ke luar negeri, raksasa e-commerce ini juga berinvestasi di China mengembangkan konsep "ritel baru" yang mengoptimalkan penjualan dan layanan di toko menggunakan data yang dikumpulkan secara online.

Di Hema, toko bahan makanan yang diluncurkan Alibaba di 2015 dan menjadi salah satu ritel andalannya, pelanggan dapat berbelanja dan makan di dalam toko tersebut termasuk memesan kebutuhan pokok secara online.



"Saya kira Anda harus memahami Alibaba dan apa yang Alibaba lakukan dalam konteks tren jangka panjang yang sedang berkembang di China, yaitu tumbuhnya kelas menengah China," kata CEO Alibaba Joe Tsai di gala Singles Day.

"Tren ini tidak akan berhenti, dengan atau tanpa perang dagang." (wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading