Internasional

Pejabat AS Sebut Volkswagen Akan Setop Bisnis di Iran

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
20 September 2018 - 13:30
Pejabat AS Sebut Volkswagen Akan Setop Bisnis di Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Volkswagen AG akan menghentikan hampir seluruh operasinya di Iran, menurut pemberitaan Bloomberg hari Rabu (19/9/2018) yang dikutip AFP. Berita tersebut mengutip informasi dari seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang memimpin diskusi dengan produsen mobil asal Jerman itu.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump merayu Volkswagen untuk mematuhi sanksi-sanksi AS terhadap Iran, tulis Bloomberg.



Gedung Putih dan Volkswagen tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar tentang pemberitaan ini.


Sebagai catatan, pada bulan Mei Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir antara Iran dan beberapa negara adidaya pada tahun 2015. Padahal, kesepakatan itu mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran asalkan Teheran bersedia membatasi program nuklirnya.

Menurut pemberitaan Bloomberg, Duta Besar AS untuk Jerman Richard Grenell memimpin diskusi dengan perusahaan yang berbasis di Wolfsburg itu.

Volkswagen nantinya bisa menjalankan beberapa bisnis di bidang kemanusiaan di Iran, tulis laporan itu.

Di awal Agustus, AS resmi menjatuhkan sanksi yang memukul sektor otomotif, keuangan, penerbangan, dan logam Iran. Sanksi diberlakukan setelah Iran menepis tawaran berdiskusi dari pemerintahan Trump di menit-menit terakhir.



Trump berkata sanksi baru itu merupakan "sanksi yang paling menggigit yang pernah dikenakan".

"Siapapun yang berbisnis dengan Iran TIDAK akan berbisnis dengan Amerika Serikat. Saya hanya meminta PERDAMAIAN DUNIA!" cuit Trump di Twitter. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading