Kemendag Klaim Arah Kinerja Perdagangan Non-Migas Sudah Benar

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
17 September 2018 20:31
Kemendag Klaim Arah Kinerja Perdagangan Non-Migas Sudah Benar
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menilai neraca perdagangan non-migas sudah bergerak ke arah yang tepat.

Hal itu ditandai dengan defisit yang terus berkurang sejak Mei hingga Agustus.

"Untuk non-migas arahnya sudah betullah karena trennya sudah ke arah surplus. Tapi defisitnya lebih banyak disebabkan oleh migas," kata Oke di Hotel El Royale, Kelapa Gading, Senin (17/9/2018).


Sebagai informasi, BPS melaporkan neraca perdagangan RI Agustus 2018 mengalami defisit sebesar US$ 1,02 miliar. Perinciannya ekspor tercatat US$ 15,82 miliar dan impor mencapai US$ 16,84 miliar.

Adapun khusus neraca perdagangan non-migas mengalami surplus US$ 639,6 juta. Perinciannya ekspor mencapai US$ 14,43 miliar dan impor senilai US$ 13,79 miliar.

Oke berharap surplus non-migas dapat semakin meningkat di sisa tahun ini. Hal itu terutama seiring pemberlakuan kenaikan pajak penghasilan (PPh) Pasal Pasal 22 yang bertujuan mengendalikan impor.

Kendati demikian, Oke mengaku khawatir kenaikan PPh akan berdampak pada inflasi. Sebab, kenaikan pajak bagi importir akan diteruskan kepada konsumen dalam bentuk kenaikan harga.

Terkait defisit neraca migas yang masih besar, Oke berpendapat efektivitas kebijakan B20 (bauran minyak sawit sebanyak 20% dalam bahan bakar solar) untuk mengurangi impor BBM sangat bergantung pada penerapannya.

"Kita lihat tingkat implementasinya. Kalau implementasinya betul maka akan berdampak langsung, kecuali kalau kebutuhannya meningkat," ujar Oke.

"Kalau optimal, kita bisa kendalikan kebutuhan BBM berbasis fosil, kita hanya akan impor 80%. Tapi kalau kebutuhannya meningkat ya otomatis impornya akan tetap tinggi," lanjutnya. (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading