Kondisi Terkini 4 BUMN Sakit yang Ditangani PPA

News - Gita Rossiana, CNBC Indonesia
06 September 2018 12:43
Kondisi Terkini 4 BUMN Sakit yang Ditangani PPA
Jakarta, CNBC Indonesia - PT. Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA masih mengelola empat perusahaan badan milik usaha negara (BUMN) yang berada di ujung tanduk. Namun, PPA masih berusaha mendorong keempat perusahaan tersebut bangkit melalui inovasi dan juga suntikan dana dari investor.

Direktur Utama PPA Henry Sihotang menjelaskan, pihaknya sudah melakukan restrukturisasi perusahaan-perusahaan BUMN tersebut sejak beberapa tahun lalu.

"Sebagai perusahaan BUMN, kalau perusahaan tersebut disuntik mati agak sulit. Oleh karena itu, ada beberapa perusahaan yang bisnisnya kami shifting dari bisnis sebelumnya," ujar Henry di Gedung DPR, Kamis (6/9/2018).


Adapun perusahaan BUMN pertama yang saat ini sedang direstrukturisasi PPA adalah Kertas Leces. Menurut Henry, Kertas Leces agak sulit menemukan bahan baku membuat kertas putih. Namun, pihaknya menemukan solusi untuk membantu Kertas Leces dengan melakukan pengalihan bisnis ke kertas coklat.

"China menghentikan pabrik kertas coklat, saat ini produksinya disetop, padahal kebutuhan tinggi. Oleh karena itu, ini peluang besar bagi Kertas Leces untuk shifting ke kertas coklat," ucap dia.

BUMN selanjutnya adalah PT. IGLAS (Persero). Henry mengatakan, bisnis IGLAS yang banyak memproduksi botol sudah tidak relevan dengan kondisi sekarang. Di sisi lain, IGLAS juga memiliki utang Rp 1 triliun dan asetnya hanya tanah lokasi.

"Memang relevan untuk dihentikan, tapi kami sedang mencoba mengoptimalkan dengan bisnis lain,"papar dia.

Kemudian ada PT. Kertas Kraft Aceh (Persero). Menurut Henry, perusahaan saat ini perusahaan sedang mencari pendanaan sebesar Rp 1 triliun untuk memproduksi kertas. Pendanaan ini dibutuhkan untuk memenuhi bahan baku, memperbaiki mesin yang sudah tua dan lainnya.

Terakhir ada PT. Merpati Airlines (Persero) yang sudah masuk PKPU. Kendati demikian, Henry mengatakan, ada investor yang bersedia berinvestasi di Merpati.

"Tanggal 3 Oktober, apabila para kreditur sepakat dan calon investor firm maka ada potensi (perbaikan)," kata dia.
(roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading