Internasional

Misteri Uang Rp 732 Juta dari Lawyer Trump ke Firma Teknologi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
23 August 2018 11:53
Misteri Uang Rp 732 Juta dari Lawyer Trump ke Firma Teknologi
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan pengacara pribadi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Michael Cohen, dilaporkan membayar ratusan ribu dolar selama musim panas dan musim gugur 2016 untuk membungkam dua wanita yang mengklaim telah melakukan hubungan seksual dengan calon presiden yang sudah menikah.

Melansir CNBC International, ternyata bukan hanya itu yang Cohen lakukan untuk membantu bosnya memenangkan posisi tertinggi di Gedung Putih.

Laporan baru dalam dokumen hukum yang dirilis Selasa (21/8/2018), sebagai bagian dari pengakuan Cohen atas delapan tuduhan kejahatan, Cohen juga mengeluarkan uang senilai US$50.000 (Rp 731,8 juta) untuk membantu memenangkan Trump pada tahun 2016.


Cohen "meminta bantuan perusahaan teknologi selama dan dalam kaitannya dengan kampanye," sebut jaksa.

Dalam dokumen tidak disebutkan perusahaan teknologi apa yang Cohen bayar. Namun keberadaan pembayaran yang sebelumnya tidak diketahui tersebut menunjukkan bahwa Cohen kemungkinan telah melakukan lebih dari sekadar membayar untuk menutup mulut dua wanita yang mengaku telah berhubungan seksual dengan Trump.

Cara Cohen melaporkan pengeluaran sebesar US$50.000 itu kepada Trump Organization pada bulan Januari 2017 menunjukkan uang itu kemungkinan tidak dibayarkan melalui saluran keuangan tradisional.

Menurut jaksa, Cohen memberikan bukti pembayaran yang ia tanggung atas nama Trump kepada eksekutif organisasi itu dalam bentuk catatan bank. Tapi untuk pembayaran US$50.000 ke perusahaan teknologi, Cohen tidak memberikan dokumen, hanya menulis jumlahnya dengan tulisan tangan di bagian atas salah satu dokumen bank tersebut.

Trump Organization kemudian mengatakan uang US$50.000 itu adalah "pembayaran untuk layanan teknologi." Namun, jaksa mengatakan US$50.000 itu "sebenarnya terkait dengan pekerjaan yang telah diminta Cohen dari perusahaan teknologi selama dan sehubungan dengan kampanye."


Seorang juru bicara untuk Trump Organization tidak menanggapi pertanyaan dari CNBC pada Rabu (22/8/2018) tentang pembayaran tersebut. Tim kampanye Trump juga tidak menjawab pertanyaan tentang apakah mereka tahu Cohen telah membayar perusahaan teknologi senilai US$50.000 untuk membantu kampanye pemilihan Trump.

Pengacara Cohen, Lanny Davis, juga tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang uang itu, dan Gedung Putih tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah Presiden mengetahui Cohen membayar perusahaan teknologi untuk bantuan pemilihan.

Tidak jelas kapan tepatnya Cohen menghabiskan uang itu, namun jelas selama kampanye. Dan tanpa tahu persis apa gunanya itu, sulit untuk mengatakan apakah Cohen melanggar hukum dengan tidak melaporkannya sebagai biaya kampanye.

Kampanye Trump pada tahun 2016 memakai operasi digital cerdas yang dijalankan oleh spesialis pemasaran online yang relatif tidak dikenal bernama Brad Parscale. Saat ini, Parscale memegang posisi teratas di tim kampanye Trump tahun 2020.

Cohen diyakini tidak memainkan peran apa pun dalam operasi digital resmi kampanye Trump 2016, dan Cohen juga tidak pernah memiliki posisi staf formal di tim kampanye itu sendiri.

Semua itu hanya memperdalam misteri layanan teknologi apa yang Cohen beli untuk membantu kampanye Trump.

Dalam 24 jam sejak Cohen mengaku bersalah pada hari Selasa, Davis, pengacaranya, telah berulang kali mengatakan kliennya mengetahui hal-hal yang akan menarik bagi penasihat khusus Robert Mueller, yang sedang menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Inti dari penyelidikan itu adalah pertanyaan apakah kampanye Trump berkonspirasi dengan pemerintah Rusia untuk memengaruhi pemilihan mendukung Trump.

Cohen "dengan senang hati memberi tahu penasihat khusus semua yang dia tahu, bukan hanya tentang kemungkinan yang jelas dari konspirasi untuk berkolusi dan merusak sistem demokrasi Amerika dalam pemilu 2016 ... tetapi juga, pengetahuan tentang kejahatan peretasan komputer dan apakah iya atau tidak Trump tahu sebelumnya tentang kejahatan itu dan bahkan mendukungnya," kata Davis selama tampil di 'The Rachel Maddow Show' MSNBC pada Selasa malam.

Selain petunjuk penuh kode dari Davis, tidak ada bukti mendalam untuk menunjukkan bahwa US$50.000 dalam layanan yang dibeli Cohen dari perusahaan teknologi anonim itu terkait dengan kejahatan cyber dan pencurian email yang merugikan lawan Demokrat Trump, Hillary Clinton.

Juga tidak jelas apakah penasihat khusus telah memeriksa Cohen. Seorang juru bicara Mueller menolak berkomentar. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading