Sah, Wiko Migantoro Jadi Bos Baru Pertagas!

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
21 August 2018 16:12
Sah, Wiko Migantoro Jadi Bos Baru Pertagas!
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina Gas (Pertagas) kini telah memiliki pimpinan baru. Pemegang saham mengangkat Wiko Migantoro untuk menggantikan Suko Hartono duduk sebagai Direktur Utama anak usaha Pertamina ini.

"Tadi pagi diangkatnya di kantor pusat Pertamina," kata Wiko, saat dihubungi CNBC Indonesia, Selasa (21/8/2018).




Mei lalu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina Gas (Pertagas) mencopot Suko Hartono sebagai direktur utama. Dalam RUPS tersebut, selain memberhentikan Suko Hartono, pemegang saham juga memutuskan untuk mengosongkan sementara posisi Direktur Utama Pertagas.

Hingga akhirnya, tadi pagi pemegang saham mengangkat Wiko Migantoro untuk menggantikan Suko. Wiko sebelumnya menjabat sebagai VP Gas PT Pertamina (Persero).

Pertagas ini nantinya akan bergabung dengan PT PGN Tbk dan menjalankan peranan sebagai BUMN yang fokus dalam bisnis gas, di bawah Pertamina sebagai induk perusahaan mereka.

PGN juga telah mengakuisi 51% saham Pertagas. Akuisisi dinilai dapat memberikan penghematan dan peningkatan kinerja sistem transmisi dan distribusi gas, yang merupakan bisnis utama perusahaan. 

Berdasarkan data dari Kementerian BUMN yang dipaparkan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI, dengan integrasi kedua perusahaan penyalur gas ini, maka akan ada penambahan panjang jaringan pipa mencapai 9.677 km, yang mencakup 14 provinsi dan 55 kabupaten/kota.

Total gas yang dikelola pun akan bertambah menjadi tiga miliar cfd. Selain itu, dengan integrasi, berarti akan ada 12 SPBG dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). "Kegiatan utamanya nanti ini akan tergabung transmisi, storage, trading, dan lainnya," ujar Deputi Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno kepada media saat dijumpai di Gedung MPR/DPR, Jakarta, kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, integrasi PT PGN Tbk (PGAS) dan Pertagas dapat memberikan penghematan hingga US$ 900 juta (Rp 12,93 miliar). 

"Dengan integrasi ini, otomatis Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kedua perusahaan juga diintegrasikan, nah belum lagi dalam lima tahun ke depan kami bisa saving sekitar US$ 900 juta," ujar Nicke kepada media dalam memberikan paparannya di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (17/7/2018). (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading