Usai Rantau Dedap, Supreme Target Bangun PLTP di Lampung

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
06 August 2018 14:04
Supreme Energy diketahui tengah mengincar pembangunan PLTP di Lampung.
Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Rantau Dedap resmi dioperasikan, Supreme Energy akan menjadikan Lampung sebagai daerah tempat pengembangan PLTP berikutnya.

"Kami ada satu daerah lagi yang belum dieksplorasi yaitu di Lampung, dan itu akan menjadi next exploration kami. Saat ini kami masih bicarakan dengan pemerintah dan PLN untuk dapat persetujuan eksplorasi," tutur Presiden Direktur & CEO PT Supreme Energy Supramu Santosa kepada CNBC Indonesia, saat ditemui di Palembang, Sabtu (4/8/2018).




Lebih lanjut, Supramu mengatakan, berdasarkan hasil studi yang sudah dilakukan perusahaan, potensi dari PLTP di Lampung tersebut bisa mencapai 200 MW. Kendati demikian, Supramu mengatakan, angka tersebut masih merupakan angka tidak pasti.

"Kami belum tahu pasti, karena akan ketauan kalau nanti sudah eksplorasi. Jadi langkah awal sekarang adalah memintah persetujuan pemerintah dan PLN dulu untuk kami melanjutkan eksplorasi di sana," pungkas Supramu.



Sebelumnya, PT Supreme Energy telah membangun beberapa PLTP, salah satunya adalah PLTP Rantau Dedap yang terletal di Kabupaten Lahat, Sumatra Selatan. Proyek Pembangkit Listk Tenaga Panas Bumi (PLTP) Rantau Dedap kini telah memasuki tahap eksploitasi. 

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menuturkan, pemerintah telah memberikan persetujuan kepada PT Supreme Energy Rantau Dedap (PT SERD) untuk memasuki tahap eksploitasi melalui surat Menteri ESDM Nomor 2224/31/MEM.E/2018 tanggal 9 Maret 2018. 

Persetujuan ini diberikan dengan pertimbangan PT SERD telah menyelesaikan kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada 2010-2018, meliputi survei geosains pembangunan infrastruktur, pengeboran enam sumur eksplorasi dan uji sumur serta penyusunan dokumen studi kelayakan.

"Setelah beroperasi, PLTP Rantau Dedap akan memberikan tambahan penerimaan negara dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar USD 106,87 juta atau Rp 1,5 triliun," tutur Rida kepada media ketika dijumpai saat meninjau PLTP Rantau Dedap, Sumatra Selatan, Sabtu (4/8/2018).

Presiden Direktur & CEO Supreme Energy Supramu Santosa mengatakan, proyek PLTP Rantau Dedap ini dapat berperan dalam rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam skala nasional, untuk mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan.

"Setelah beroperasi, nantinya PLTP Rantau Dedap akan mampu melistriki lebih dari 130 ribu rumah. Selain itu pada tahap konstruksi proyek ini akan menciptakan 1.200 lapangan kerja," tutur Supramu.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading