Internasional

Negosiasi Lagi, India Tunda Tarif Impor Baru Produk AS

News - Roy Franedya, CNBC Indonesia
04 August 2018 11:26
Pemerintah AS menekan India untuk mengurangi defisit perdagangan menjadi US$31 miliar. Foto: CNBC
Jakarta, CNBC Indonesia - Sikap pemerintah India terhadap Amerika Serikat (AS) melunak. Pada Sabtu (4/8/2018), India memutuskan untuk menunda pengenaan tarif yang lebih tinggi terhadap beberapa barang yang diimpor dari Amerika Serikat akan diberlakukan pada 18 September 2018.

New Delhi sempat marah atas penolakan Washington untuk membebaskannya dari tarif baru. Pada Juni lalu mengumumkan kenaikan pajak impor mulai 4 Agustus pada beberapa produk AS, termasuk almond, walnut, dan apel, dan kemudian menunda langkah itu.

Mengutip Reuters, Pejabat dari New Delhi dan Washington, termasuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Jim Mattis, dijadwalkan untuk mengadakan serangkaian pertemuan termasuk pembicaraan strategis dengan rekan-rekan mereka di India pada bulan September.

Defisit dagang antara India dan Amerika Serikat telah meningkat sejak Presiden Donald Trump menjabat. Perdagangan bilateral naik menjadi US$115 miliar pada tahun 2016, tetapi pemerintahan Trump ingin mengurangi defisit menjadi US$ 31 miliar dengan India, dan menekan New Delhi untuk meringankan hambatan perdagangan.

India, pembeli terbesar dunia dari almond AS, pada bulan Juni memutuskan untuk menaikkan bea masuk atas komoditas sebesar 20%, bergabung dengan Uni Eropa dan China sebagai pembalasan terhadap kenaikan tarif Trump pada baja dan aluminium.

Ia juga merencanakan untuk mengenakan bea masuk 120% atas impor kenari dalam aksi terkuatnya terhadap Amerika Serikat.

India telah mengusulkan untuk membeli produk minyak dari AS untuk membantu mempersempit defisit perdagangan. Amerika Serikat juga muncul sebagai pemasok senjata teratas ke India dan perusahaan AS menawar pesawat militer senilai miliaran dolar.


Artikel Selanjutnya

Gara-gara Naikkan Bea Masuk Baja, Menkeu AS Dikucilkan di G7


(roy/roy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading