Proposal Blok Rokan Pertamina-Chevron Diadu Kamis Ini

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
17 July 2018 14:07
Proposal Blok Rokan Pertamina-Chevron Diadu Kamis Ini
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah telah memberikan tenggat sampai pada Kamis (19/7/2018) untuk memberikan proposal lengkap dan detil terkait pengajuan perpanjangan untuk mengelola Blok Rokan.

"Kemarin di rapat terakhir yang saya pimpin, kami sudah minta Chevron untuk ajukan proposal tertulis resmi dan lengkap, ada tentang ekonomi dan tekniknya, termasuk berapa mereka beri tawaran untuk bonus tanda tangan yang akan dibayar, dan berapa komitmen pasti yang akan dijanjikan, berapa split yang mereka minta. Semua itu paling telat Kamis ini sudah harus kami terima," ujar Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto kepada media saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/7/2018).




Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan, sebelumnya Chevron belum mengajukan proposal yang serinci itu, meski perusahaan minyak dunia itu sudah mempresentasikan niat untuk melanjutkan operasionalnya di blok Rokan.

Chevron saat ini tengah bersaing dengan Pertamina untuk memperebutkan blok yang masuk dalam penyumbang produksi minyak RI terbesar itu. Djoko mengatakan, saat ini proposal yang sudah diajukan Pertamina tengah dievaluasi.

"Nanti Kamis rencananya Pertamina juga akan kami panggil. Jadi paginya Chevron, siangnya Pertamina," pungkas Djoko. 

Kontrak Kelola blok Rokan oleh Chevron akan habis di 2021 mendatang, seakan tak mau melewatkan kesempatan, Pertamina pun telah melirik untuk mengambil alih 100% blok Rokan dari cengkeraman Chevron. 

PT Pertamina (Persero) mengincar pengelolaan secara penuh atas Blok Rokan di Riau yang saat ini dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam ketika ditemui di kantor Kementerian ESDM, Rabu (11/7/2018). "Kami sudah berikan proposal, TnC (Terms and Condition) juga sudah, kalau kami memang mengusulkan blok itu 100% sebagai opeator, memungkinkan dari Permen," ujar Syamsu.

Dia mengatakan Pertamina sendiri telah mengajukan proposal berminat atas Blok Rokan kepada Kementerian ESDM. Blok tersebut diketahui akan habis masa kontrak (terminasi) pada 2021 mendatang.



(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading