Sampai 2041, RI Bakal Dapat Rp 840 T dari Freeport

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
12 July 2018 17:47
Sampai 2041, RI Bakal Dapat Rp 840 T dari Freeport
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Freeport Indonesia mengklaim dengan disepakatinya Head of Agreement (HoA) hari ini, kontribusi tambang di Papua bisa ditingkatkan dan memberikan manfaat ke RI sebanyak Rp 840 triiliun.

Chief Executive Officer (CEO) Freeport, McMoran Richard Adkerson, mengatakan dalam perjanjian ini, para pihak menyepakati perpanjangan operasi tambang PT Freeport Indonesia sampai 2041.


PT Freeport Indonesia, kata dia, meyakini perpanjangan operasi akan memberikan jaminan masuknya investasi miliaran dolar dan memberi kepastian bagi seluruh pemegang saham.


"Dengan kepastian investasi sampai 2041, kami memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah, serta dividen kepada Inalum dapat melebihi US$ 60 miliar," kata Richard, Kamis (12/7/2018). Nilai US$ 60 miliar setara dengan Rp 840 triliun (dengan kurs Rp 14.000).



Richard melanjutkan, dalam 15 tahun terakhir Freeport telah memulai proses transisi dari penambangan terbuka ke penambangan bawah tanah. "Dalam proses tersebut kami telah investasi US$ 6 miliar untuk tambang bawah tanah dan berencana menambah investasi miliaran dolar sebagai komitmen untuk pemegang saham," katanya.

Pemerintah Indonesia akhirnya meneken kesepakatan awal dengan Freeport McMoran untuk mengambil alih 51% saham di PT Freeport Indonesia.

Perjanjian awal berupa Head of Agreement (HoA) ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Direktur PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin, dan perwakilan Freeport.

Perjanjian ini dilakukan di Gedung Kementerian Keuangan, Kamis (12/7/2018).

"Total nilai dari kesepakatan ini US$ 3,85 miliar. Pada dasarnya Inalum akan ambil alih partisipasi interest dari Rio Tinto dan Indocopper sehingga kepemilikan PT Inalum ditambah dengan kepemilikan negara sebelumnya jadi 51,38%. Angka sudah kami lock (kunci)," tutur Rini.

(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading