Pemerintah Dorong Ekspor untuk Atasi Kelebihan Pasokan Semen

News - Houtmand P Saragih & Samuel Pablo, CNBC Indonesia
11 July 2018 - 18:21
Pemerintah Dorong Ekspor untuk Atasi Kelebihan Pasokan Semen
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mendorong pelaku industri semen dalam negeri untuk membuka pasar ekspor seluas-luasnya. Upaya tersebut perlu dilakukan untuk meringankan kondisi perusahaan semen yang tertekan karena kelebihan pasokan (oversupply) semen dalam negeri yang saat ini  mencapai 41 juta ton. 

"Kita dorong untuk ekspor. Ini kan berarti daya saing industri semen kita cukup kompetitif," ujar Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono kepada CNBC Indonesia, Rabu (11/7/2018).

Sebelumnya, Direktur PT Conch Cement Indonesia, Wang Hai Qing mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pasar ekspor ke Filipina dan Papua New Guinea, dengan ekspor ke PNG sekitar 120 ribu ton.


"Kami ekspor sekitar 10% dari kapasitas produksi pabrik kami yang berlokasi di Papua. Pabrik lain belum ada yang ekspor. Kapasitas produksi di Papua itu 1,2 juta ton/tahun," jelas Wang.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia jumlah kapasitas terpasang produksi semen di Indonesia hingga kuartal I 2018 mencapai 107,4 juta ton. Sementara total kebutuhan nasional mencapai 66,35 juta ton. Artinya ada kelebihan pasokan sekitar 41,05 juta ton.

Sepanjang tahun 2017, volume ekspor semen Indonesia hanya sekitar 3,41 juta ton, atau hanya sekitar 3% dari kapasitas terpasang produksi nasional di tahun 2017. Lima besar tujuan utama Indonesia adalah Sri Lanka, Australia, Bangladesh, Filipina, dan Timor Leste.

Salah satu negara tujuan yang bisa diprospek adalah Singapura, yang menjadi salah satu importir semen terbesar di dunia pada tahun 2016, dengan volume impor mencapai 5,09 juta ton. 

Sebagai informasi, Indonesia hanya mengekspor semen ke Singapura sebanyak 311 ton pada tahun 2017. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading