Internasional

Diskriminasi, 19% Lowongan Kerja PNS di China Cuma untuk Pria

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
24 April 2018 11:49
Human Rights Watch menemukan 19% iklan lowongan pekerjaan sipil di China berspesifikikasi 'hanya untuk pria', 'pria lebih disukai', atau 'cocok untuk pria'.
Jakarta, CNBC Indonesia - Iklan lowongan kerja yang seksis masih banyak ditemukan di China. Beberapa perusahaan perekrut karyawan dilaporkan menggunakan "daya tarik" pekerja perempuan untuk menarik pelamar kerja laki-laki, menurut sebuah kelompok penegak hak asasi manusia (HAM).

Lembaga HAM Human Rights Watch mengatakan diskriminasi ini menyebar tidak hanya di sektor pemerintah namun juga swasta. Hasil laporan ini dibuat setelah menganalisa lebih dari 36.000 iklan lowongan pekerjaan yang dipublikasikan mulai tahun 2013 sampai 2018, dilansir dari CNBC International.

Penelitian tersebut menemukan ada 19% pekerjaan layanan sipil (pegawai negeri sipil/ PNS) di China yang spesifikasinya dibuat 'hanya untuk pria', 'pria lebih disukai', atau bertuliskan 'cocok untuk pria'.


Sekitar 55% lowongan pekerjaan yang dikeluarkan Kementerian Keamanan Publik China pada tahun 2017 memiliki persyaratan 'hanya untuk pria'.

Sektor swasta sedikit lebih baik. Lembaga tersebut mengatakan menemukan iklan lowongan pekerjaan yang dipublikasikan di akun Weibo resmi milik Alibaba pada tahun 2013 yang menyebut pekerja perempuan sebagai "dewi".

"Mereka mandiri tapi tidak sombong, sensitif tetapi tidak melodramatis. Merek ingin menjadi rekan kerja kalian. Apa kalian ingin menjadi rekan mereka juga?" tulis iklan tersebut.

Human Rights Watch mengatakan iklan tersebut masih muncul di situs Alibaba sampai pada bulan Februari tahun ini. Seorang juru bicara Alibaba mengatakan perusahaan akan memperketat penyeleksian pemasangan iklan lowongan pekerjaan.


Dalam laporan penelitian ada beberapa perusahaan teknologi, termasuk Tencent, yang memasang iklan lowongan pekerjaan yang hanya diperuntukkan untuk pria.

"Permasalahan ini pastinya tidak merefleksikan nilai kami. Kami minta maaf telah membuat iklan seperti itu dan memastikan agar tidak ada kejadian seperti itu lagi," kata juru bicara Tencent.

Human Rights Watch menyampaikan kekhawatirannya karena diskriminasi gender semakin memburuk saja, di mana jumlah tenaga kerja perempuan di China menurun 2,5% dibandingkan 10 tahun lalu.

Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/ WEF) menempatkan China di posisi ke 100 dari 144 negara yang diskriminatif dalam pemberian gaji kepada pekerja pria dan wanita.

China secara resmi telah melarang diskriminasi gender di dunia kerja, namun pelaksanannya masih rendah sekali.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading