Bank Dilibatkan Misi Penurunan Harga Beras Jelang Lebaran

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
10 April 2018 - 15:52
Bank Dilibatkan Misi Penurunan Harga Beras Jelang Lebaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Perbankan pelat merah akan diajak bekerjasama perusahaan umum Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam melakukan operasi pasar, untuk meredam harga beras yang saat ini masih tinggi di sejumlah daerah. 

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Maryono mengatakan, pihaknya telah mendapatkan mandat untuk ikut membantu Perum Bulog melakukan operasi pasar, dengan cara mendistribusikan beras Bulog kepada agen laku pandai yang dimiliki perseroan. 

"Kami punya agen kurang lebih 35.000, ini bisa dipakai untuk tempat penjualan beras. [...] Ini supaya harga beras bisa lebih murah," jelas Maryono usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (10/4/2018). 




Penyaluran langsung beras Bulog ke ribuan agen laku pandai perbankan, diharapkan dapat memutus rantai logistik yang bisa membuat harga beras melonjak. Dengan ini, diharapkan bsia menekan harga beras sesuai dengan harapan masyarakat. 

Direktur Kredit Mikro dan Ritel PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Priyastomo mengatakan, dengan menggunakan ribuan agen laku pandai yang tersebar di Indonesia, maka diharapkan stok beras di seluruh daerah terpenuhi. 

"Sehingga, beras di pelosok daerah masuk kemana-mana. Karena bank itu jaringannya lebih banyak, sementara Bulog terbatas. Kalau bank bisa lebih luas lagi," jelasnya. 

Agen laku pandai adalah singkatan dari Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif. Program ini dibentuk oleh Otoritas Jasa Keuangan untuk menjaring lebih banyak lagi masyarakat yang belum memiliki akses ke lembaga jasa keuangan. Adapun agen laku pandai ini adalah perorangan, warung, toko kelontong dan sebagainya.  

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti menjamin, harga beras di tingkat pasaran akan semakin bergerak turun. Hal ini seiring dengan mulai terjadinya musim panen raya pada bulan ini. 

Dalam waktu dekat, Tjahya mengungkapkan, pemerintah bersama pemangku kepentingan masih akan membahas upaya menurunkan harga beras.

Dia menegaskan, tidak ada opsi melakukan impor terkait hal ini.
 "Ada beberapa mekanisme, upaya menurunkan harga beras. Ini masih menjadi pembahasan," ungkapnya. 

Harga beras tak kunjung turun, sejak Januari hingga awal bulan ini harga masih dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).  

Menyusul hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan kewajiban pedagag menjual harga beras harus sesuai HET di masing-masing wilayah dari semula ditetapkan pada 1 April 2018 diputuskan mundur menjadi 13 April 2018. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading