Ongkos Produksi Listrik 2017 Naik Jadi Rp 1.025 per Kwh

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
22 March 2018 14:35
Ongkos Produksi Listrik 2017 Naik Jadi Rp 1.025 per Kwh
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kenaikan biaya pokok produksi pembangkit listrik di 2017 menjadi Rp 1.025/Kwh.

"Naik sebesar Rp 42/Kwh dibanding realisasi 2016 yang sebesar Rp 983 per Kwh," tulis rilis dari Kementerian ESDM, Kamis (22/3/2018).

Kenaikan ongkos operasional pembangkit listrik ini disebabkan naiknya harga rata-rata energi primer baik berupa gas, batu bara, dan bahan bakar minyak (BBM), serta pelemahan nilai tukar kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.


Dilihat dari sisi wilayah, ongkos produksi listrik tertinggi terdapat di Nusa Tenggara Timur yakni sebesar Rp 2.677 per Kwh dan terendah berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Bali yang hanya mencapai Rp 911 per Kwh.



Untuk faktor sumber energi, ongkos menyalakan pembangkit dari gas mencapai US$ 8 per juta thermal unit (MMBTU) lebih tinggi ketimbang 2016 yang sebesar US$ 7,6 per MMBTU. Sementara untuk batu bara Rp 859 per kg, naik dibanding 2016 yang sebesar Rp 618 per kg.

Sementara untuk ongkos menyalakan pembangkit dengan BBM mencapai Rp 6.691 per Kwh, naik dari Rp 5.171 per 2016. Dan rata-rata ongkos produksi listrik produsen swasta atau IPP mencapai Rp 1.007 per Kwh, naik dari Rp 911 per Kwh di tahun sebelumnya. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading