Konsumsi Alkohol di Bali Turun Drastis Akibat Erupsi Gunung

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 January 2018 09:52
Konsumsi Alkohol di Bali Turun Drastis Akibat Erupsi Gunung
  • Realisasi penerimaan MMEA yang mayoritasnya berasal dari pengusaha minuman beralkohol sebesar Rp 5,4 triliun
  • Tak tercapainya target penerimaan MMEA lebih disebabkan karena erupsi Gunung Agung, Bali

Jakarta, CNBC Indonesia - Kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sepanjang 2017 bisa dibilang cukup baik. Realiasi penerimaan bea masuk, cukai, dan bea keluar tembus 100%.

Namun, jika merinci terhadap sub sektor penerimaan cukai, penerimaan yang berasal dari minuman mengandung ethil alkohol (MMEA) menjadi satu dari jenis penerimaan yang tidak mencapai target yang ditetapkan.

Berdasarkan data DJBC yang dikutip CNBC Indonesia, Selasa (16/1/2018), realisasi penerimaan MMEA yang mayoritasnya berasal dari pengusaha minuman beralkohol sebesar Rp 5,4 triliun atau 97,89% dari target yang dipatok dalam kas negara sebesar Rp 5,5 triliun.


Kepala Sub Direktorat Penerimaan DJBC Rudi Rahmadi mengungkapkan, tak tercapainya target penerimaan MMEA lebih disebabkan karena erupsi Gunung Agung Bali, yang berdampak pada penurunan konsumsi minuman beralkohol di wilayah tersebut.

“Permintaan MMEA ke salah satu pasar utama, yakni Bali mengalami penurunan signifikan yang disebabkan turunnya jumlah wisatawan mancanegara sebagai akibat erupsi Gunung Agung,” kata Rudi saat berbincang dengan CNBC Indonesia.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2017 memang terkoreksi. Turis yang melancong ke Indonesia hanya sekitar 1,06 juta orang, atau turun 97.000 orang dibandingkan Oktober 2017 yang mencapai 1,15 juta orang

Penurunan terbesar, berada di Bali, yang tercermin dari kunjungan turis yang masuk melalui Bandara Ngurah Rai yang hanya sekitar 358.000 orang, atau turun 22,55% dari Oktober yang bisa mencapai 462.000. Bahkan secara year on year, kunjungan turis di November juga terkoreksi hingga 9,63%.

Sebagai informasi, penerimaan MMEA memiliki kontribusi sekitar 3,53% terhadap total penerimaan cukai. Komposisi terbesar dari penerimaan cukai, tetap berada di jenis penerimaan hasil tembakau sebesar 96,37%. (dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading