Newsletter

"Angpao" Untuk Investor, China Kini Jadi Pemodal Utama di RI

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
25 January 2023 05:55
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pasar keuangan Indonesia mencatatkan kinerja yang beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (HIS) ditutup di zona merah. Sebaliknya, nilai tukar rupiah dan pasar Surat Berharga Negara (SBN) masih melanjutkan tren positifnya.

Pergerakan pasar keuangan Indonesia dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dan faktor. Di antaranya adalah pengumuman data investasi kuartal IV-2022, ambruknya harga batu bara, kebijakan suku bunga di Amerika Serikat (AS), serta pelonggaran di China.

Selengkapnya mengenai sentimen pasar akan dibahas di halaman 4 dan 5 artikel ini.

Pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (24/1/2023), IHSG ditutup melemah 14,077 poin atau 0,20% ke posisi 6.860,85. Pelemahan kemarin menjadi pembalikan arah setelah IHSG ditutup menghijau pada Jumat pekan lalu.

IHSG sempat diangkat ke 6.906,79 saat awal perdagangan. Namun setelah itu IHSG lanjut terkoreksi dan berakhir dengan pelemahan 0,36% di 6.850,26 di sesi I. IHSG mencoba rebound di sesi II akan tetapi tidak terlalu tinggi.

Sebanyak 275 saham menguat, 250 saham melemah sementara 191 bergerak stagnan. Nilai perdagangan yang tercatat kemarin mencapai Rp 8 triliun dan melibatkan 23,1 miliar saham. Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 156,08 miliar di semua pasar.

Sektor yang menguat di antaranya adalah bahan baku, teknologi, dan transportasi. Adapun sektor yang membukukan pelemahan adalah energi, industri, kesehatan, keuangan, properti, dan infrastruktur.

Beberapa saham yang paling aktif diperdagangkan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Bumi Resources Minerals (BRMS), dan PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO).

Melemahnya harga batu bara membuat sektor energi melemah 0,35% dan saham emiten komoditas tersebut jeblok.

Seperti diketahui, harga batu bara ambruk 12% dalam empat hari (18-23 Januari 2023) dan terlempar dari level psikologis US$ 300 per ton pada Senin (23/1/2023).

Saham PT Bayan Resources (BYAN) jatuh 3,2%, saham PT Adaro Nergy Indonesia (ADRO) melemah 1,2%, saham PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun 2,2%, dan saham PT Bukit Asam (PTBA) melandai 0,8%.

Rupiah Makin Ngacir, SBN Masih Diburu Investor
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4 5 6

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading